Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Chevron)

Bisnis

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

SABTU, 29 AGUSTUS 2026 | 14:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan minyak asal Amerika Serikat (AS), Chevron, diperkirakan segera merampungkan kesepakatan dengan pemerintah Venezuela untuk memindahkan sekaligus memperluas sejumlah proyek minyaknya di negara tersebut. 

Kesepakatan ini akan memberi Chevron kendali lebih besar atas operasi dan pengembangan sejumlah ladang minyak utama Venezuela.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu 29 Agustus 2026, Chevron akan memasukkan seluruh usaha patungannya di Venezuela ke dalam kerangka energi baru negara itu. Kesepakatan tersebut diperkirakan diumumkan pada Rabu pekan depan.


Salah satu bagian utama kesepakatan adalah pertukaran aset yang memungkinkan proyek minyak mentah berat Petropiar diperluas ke blok Ayacucho 8 yang berada di dekatnya. Petropiar merupakan proyek minyak terbesar Chevron di Venezuela dan berada di kawasan Sabuk Orinoco yang memiliki cadangan minyak sangat besar.

Negosiasi juga mencakup rencana memperluas proyek Chevron lainnya yang lebih kecil di kawasan tersebut. Chevron, Kementerian Perminyakan Venezuela, dan perusahaan minyak negara PDVSA juga baru-baru ini membahas kemungkinan menambahkan area minyak baru ke dalam portofolio perusahaan.

Jika terealisasi, kesepakatan ini akan memperluas ruang gerak Chevron di Venezuela. Perusahaan AS tersebut tidak hanya mendapatkan kendali lebih besar atas proyek yang sudah berjalan, tetapi juga berpeluang mengembangkan wilayah produksi baru di salah satu kawasan dengan cadangan minyak terbesar di dunia.

Perkembangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan minyak dengan Venezuela yang diklaim akan memberi AS kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak negara tersebut. Trump menyebutnya sebagai “kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia”.

"Transaksi ini akan sangat memperkuat hubungan yang sudah berkembang antara Venezuela dan Amerika Serikat,” tulis Trump di Truth Social.

Di pasar global, harga minyak masih bergerak di tengah ketidakpastian geopolitik. Pada penutupan perdagangan Jumat, harga minyak mentah Brent turun 0,43 persen menjadi 89,31 Dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun 0,16 persen menjadi 83,40 Dolar AS per barel.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya