Berita

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: RMOL)

Politik

Cak Imin Kritik Kepemimpinan Gus Yahya: Kegagalan Lima Tahun Merusak Ukhuwah

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 14:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar membeberkan kriteria tokoh yang dianggap sesuai untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

Sosok yang akrab disapa Cak Imin itu menegaskan, kepemimpinan NU ke depan tidak boleh mengulangi kesalahan yang terjadi dalam lima tahun terakhir.

“Ya, yang sesuai itu ya, jangan mengulangi yang salah, yang salah, yang salah,” kata Cak Imin seusai menghadiri acara Majelis Pemberdayaan Manusia di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Jumat, 28 Agustus 2026.


Menurut Cak Imin, pemimpin NU harus memiliki kesadaran terhadap besarnya kekuatan organisasi dan mampu membangun kemandirian. Ia menilai NU tidak boleh menggantungkan kekuatan organisasinya kepada pihak lain.

“Ya, kami mengetuk kesadaran para pimpinan NU, tidak ada jalan lain agar kekuatan NU ini tidak punah. Kecuali NU memiliki sistem yang mandiri, tidak bergantung kepada siapapun,” ujarnya.

Cak Imin juga menyoroti kondisi ukhuwah nahdliyah yang menurutnya mengalami kerusakan selama lima tahun terakhir atau di era Yahya Cholil Staquf. Ia menilai persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi dalam Muktamar ke-35 NU.

“Kegagalan lima tahun terakhir ini merusak ukhuwah nahdliyah. Ukhuwah yang merekatkan potensi agar kemandirian dan kekuatan sosial ekonomi NU bisa terjaga,” ujarnya.

Karena itu, Cak Imin menekankan pentingnya menjadikan Muktamar ke-35 NU sebagai momentum evaluasi sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.

“Kegagalan lima tahun terakhir ini harus menjadi evaluasi karena muktamar itu forum evaluasi,” tandasnya.

Pernyataan Cak Imin tersebut disampaikan di tengah proses menuju Muktamar ke-35 NU, yang menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menentukan kepemimpinan dan arah NU pada periode berikutnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya