Berita

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 20:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Ketua Umum relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi yang menyinggung percepatan Pemilu sebelum 2029 sempat membuat kaget Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Terlebih, pernyataan itu dilontarkan Budi Arie di samping mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

“Saya kita agak kaget ada sekelas Pak Budi Arie yang di samping Pak Jokowi yang mengatakan bahwa pergantian pemerintahan itu tidak lima tahun gitu,” ungkap Doli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.


Kendati demikian, Doli bersyukur pada akhirnya mantan Menkominfo era Jokowi itu mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang kontroversial tersebut. 

“Syukur hari ini beliau ada klarifikasi, ya. Karena kalau tidak, ini bisa berkembang ke mana-mana dan bisa wajar saja orang menafsirkannya secara politik, ya,” kata Legislator Golkar ini.

Jika tidak diklarifikasi, Doli berpandangan bahwa publik akan menafsirkan secara liar karena berbicara mengenai percepatan pemilu yang mana sudah ada aturan bakunya bahwa Pemilu Presiden dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

“Dan tafsir politiknya bisa ke mana-mana, bisa bicara sampai tentang kudeta gitu ya, bisa tentang soal adanya makar, bisa juga ditafsirkan adanya pengkhianatan terhadap konstitusi dan seterusnya gitu. Nah saya khawatir kalau tidak tidak segera diklarifikasi, jangan salahkan juga kalau kemudian orang bisa menafsirkan yang sampai hal-hal yang sengeri itu gitu ya,” tegasnya. 

Sebelumnya, viral di media sosial Ketum Projo Budi Arie Setiadi berbicara mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat sebelum 2029. 

Pernyataan Budi Arie yang menyinggung kesiapan pendukung mantan Presiden Joko Widodo menghadapi skenario pergantian Presiden Prabowo Subianto sebelum 2029 itu pun menuai spekulasi politik.

Teranyar, Budi Arie pun meminta maaf atas pernyataannya mengenai kemungkinan adanya “percepatan” sebelum Pemilu 2029 yang memicu polemik dan spekulasi di tengah publik. 

Lewat video klarifikasi yang diunggah lewat akun Instagram miliknya, Rabu, 26 Agustus 2026, Budi Arie menegaskan pernyataan tersebut merupakan pandangan dan analisis pribadinya, bukan mewakili sikap organisasi maupun pihak tertentu.

Ia menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu atau tidak nyaman dengan pernyataannya yang sebelumnya disampaikan dalam sebuah pertemuan di Jakarta.

“Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” ujar Budi Arie.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya