Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai NasDem, Thoriq Majiddanor. (Foto: Dok Nasdem)

Politik

Legislator Nasdem Tantang Calon Gubernur BI Bikin Gebrakan

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 16:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Calon Gubernur Bank Indonesia harus memiliki gebrakan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari pelemahan rupiah, pertumbuhan UMKM, hingga efektivitas transmisi kebijakan moneter.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai NasDem, Thoriq Majiddanor, saat fit and proper test calon Gubernur BI, Destri Damayanti, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

“Tadi Ibu mengatakan Rupiah harus bergerak sesuai fundamental. Saya ingin nanti Ibu menjawab secara normatif fundamental yang Ibu maksud itu berapa?” tanya Thoriq Majiddanor.
 

 
Jiddan, sapaan Thoriq Majiddanor, menyoroti bahwa kondisi rupiah menyentuh Rp17.695 per dolar AS dan masih melemah sekitar 6 persen sepanjang tahun, meski BI telah menaikkan suku bunga 100 basis poin.

Ia meminta calon Gubernur BI menjelaskan ukuran fundamental rupiah yang akan menjadi pijakan kebijakan ke depan, termasuk indikator nilai tukar, transaksi berjalan, premi NDF, volatilitas, hingga posisi cadangan devisa.

Menurutnya, tantangan tersebut membutuhkan strategi baru yang mampu memastikan kebijakan stabilisasi tidak berhenti pada sektor keuangan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

“Ibu sendiri sudah menjadi Dewan Gubernur sejak 2019. Jadi pada titik apa Ibu berani mengatakan kepada DPR bahwasannya mungkin strategi kami tidak efektif dan mungkin harus ada pergantian terkait itu,” ungkap Jiddan.

UMKM menghadapi kondisi yang penuh tantangan, di tengah BI rate yang berada di level 5,75% dan insentif likuiditas kepada perbankan mencapai Rp446,5 triliun. Maka, ia mempertanyakan efektivitas penyaluran likuiditas tersebut terhadap sektor riil.

Untuk itu, ia berharap calon Gubernur BI nantinya mampu menghadirkan terobosan untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter sehingga insentif yang diberikan bank sentral benar-benar mendorong pertumbuhan usaha dan perekonomian masyarakat.

"Apakah problem kita masih kekurangan likuiditas atau justru transmisi kebijakan BI yang gagal? Saya minta target konkret dalam 12 bulan pertama Ibu menjabat sebagai Gubernur," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya