Berita

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Simpeda Jadi Motor Bersama Pertumbuhan Ekonomi Daerah

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 12:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Saldo tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) yang dikelola bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia mencapai sekitar Rp74,86 triliun per Juni 2026. Capaian tersebut sejalan dengan penguatan Simpeda sebagai produk tabungan yang semakin digital, transaksional, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo mengatakan, pencapaian Simpeda bukan sekadar mencerminkan besarnya dana yang berhasil dihimpun BPD, tetapi terutama menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada BPD di seluruh Indonesia.

"Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah," ujarnya, Senin, 24 Agustus 2026.


Menurutnya, tantangan Simpeda ke depan bukan hanya memperbesar jumlah rekening maupun saldo, tetapi membuat Simpeda semakin relevan dengan perubahan perilaku masyarakat.

Ia menyampaikan, nasabah kini membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman dan terkoneksi dengan berbagai kebutuhan sehari-hari. 

Karena itu, Asbanda mendorong BPD terus meningkatkan pengalaman digital Simpeda serta memperluas pemanfaatannya untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant dan berbagai layanan finansial lainnya.

"Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah," jelasnya.

Agus mengungkapkan, salah satu kekuatan Simpeda adalah keberadaannya sebagai produk bersama 27 BPD di seluruh Indonesia. Asbanda melihat jaringan tersebut sebagai diferensiasi yang perlu semakin diperkuat.

Masing-masing BPD memiliki pemahaman, kedekatan dan jaringan yang kuat di daerahnya. Menurutnya, Simpeda berpotensi berkembang menjadi salah satu retail banking franchise nasional berbasis kekuatan daerah ketika kekuatan tersebut semakin terkoneksi.

"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas. Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," katanya.

Agus mengatakan, Asbanda akan terus mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan sehingga Simpeda semakin relevan bagi berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.

Transformasi tersebut sekaligus diharapkan semakin memperkuat Simpeda sebagai salah satu sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD untuk mendukung fungsi intermediasi di daerah.

Ia menambahkan, Asbanda optimistis transformasi Simpeda akan semakin memperkuat peran BPD sebagai bank yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

"Dana tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh BPD, dan kembali kepada masyarakat untuk membangun daerah. Itulah kekuatan Simpeda. Dari daerah kita tumbuh bersama masyarakat, dan dengan kekuatan 27 BPD kita terhubung untuk membangun Indonesia," tandasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya