Berita

Para penumpang di bandar Ben Gurion Israel saat terjadi pemogokan para pekerja pada Kamis, 20 Agustus 2026, waktu setempat (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Mirror Now)

Global

Israel Rugi Ratusan Miliar Akibat Pemogokan di Bandara Ben Gurion

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 08:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Operasional di Bandara Ben Gurion, Israel, telah kembali normal setelah sempat terganggu akibat pemogokan pekerja pada Kamis, 20 Agustus, 2026, waktu setempat.

"Operasi di Bandara Ben Gurion telah stabil dan kembali normal," kata Otoritas Bandara, dikutip dari Ynet, Sabtu 22 Agustus 2026.

Otoritas juga mengatakan sejumlah bagasi yang sebelumnya belum dikirim ke luar negeri telah disortir dan secara bertahap diserahkan kepada maskapai untuk dikirimkan. Sementara itu, bagasi penumpang yang sudah tiba di Israel tetapi belum menerima barang bawaannya juga tengah dikirim melalui maskapai penerbangan.


Jadwal penerbangan juga kembali berjalan seperti biasa. 

“Pada awal hari Sabat, puluhan penerbangan lagi diperkirakan akan mendarat,” kata otoritas.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan Israel memperkirakan kerugian akibat pemogokan tersebut mencapai 25-30 juta shekel atau 8,3-10 juta Dolar AS (sekitar Rp176,4 miliar).

Kerugian mencakup waktu penumpang yang terbuang, biaya operasional maskapai, hilangnya pendapatan Otoritas Bandara Israel dan operator bandara, serta gangguan pada kargo dan logistik. Dampaknya juga merembet ke rantai pasokan, sektor pariwisata dan perhotelan.

Sejumlah penerbangan menuju Tel Aviv bahkan terpaksa berbalik arah ke negara asal setelah operasional bandara dikurangi. Gangguan terjadi ketika pekerja dari empat perusahaan jasa darat menghentikan pekerjaan dan seluruh loket check-in ditutup selama sekitar satu jam.

Besarnya kerugian menjadi perhatian karena gangguan terjadi pada periode sibuk, ketika Bandara Ben Gurion melayani sekitar 100.000 penumpang dan 600 penerbangan per hari.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya