Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 08:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada Jumat pagi, 21 Agustus 2026, mengikuti penurunan tajam Wall Street pada perdagangan Kamis. 

Investor kembali berhati-hati setelah kenaikan imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat (AS) jangka panjang memperkuat kekhawatiran terhadap kondisi inflasi.

Pantauan RMOL, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,92 persen, sedangkan Topix melemah 0,40 persen. 


Di Korea Selatan, Kospi turun 1,07 persen, sementara Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil merosot lebih dalam sebesar 2,44 persen.

Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 juga bergerak di zona merah dengan penurunan 0,21 persen.

Tekanan di pasar Asia terjadi setelah Wall Street mencatatkan kerugian pada Kamis. Kenaikan kembali imbal hasil Treasury AS jangka panjang menjadi salah satu faktor utama yang membebani sentimen investor.

Kenaikan imbal hasil tersebut terjadi setelah upaya pemerintah AS untuk membendung pelemahan pasar obligasi dalam beberapa waktu terakhir belum berhasil meredakan kekhawatiran investor terhadap inflasi. 

Kondisi ini membuat investor semakin waspada karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya pinjaman dan menekan valuasi saham.

Pergerakan pasar juga menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap inflasi masih menjadi perhatian utama investor. Ketika imbal hasil obligasi meningkat, saham cenderung menghadapi tekanan karena investor memiliki alternatif investasi dengan tingkat pengembalian yang lebih menarik.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya