Berita

Suasana aksi mahasiswa di depan perkantoran sekitar kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Nusantara

Aksi Mahasiswa di HI: Warga Dukung Aspirasi, tetapi Keluhkan Gangguan Mobilitas

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 07:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aksi demonstrasi aliansi mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa 18 Agustus 2026, mendapat perhatian dari warga dan pengguna jalan.  

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan delapan poin tuntutan kepada pemerintah.

Warga pada dasarnya mendukung mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Namun, pemilihan Bundaran HI yang berada di kawasan pusat perkantoran dan aktivitas ekonomi dinilai mengganggu mobilitas masyarakat.


Diki, seorang karyawan swasta, mengatakan dirinya tidak keberatan dengan aksi mahasiswa sebagai bentuk pengawasan terhadap kebijakan pemerintah. Namun, ia menyayangkan aksi digelar di kawasan yang dinilai sebagai objek vital dan memiliki tingkat mobilitas tinggi.

"Saya sih mendukung dengan adanya demo ini ya, demo untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah ya. Tapi alangkah baiknya demo itu jangan di objek vital. Karena demo itu sudah ada tempatnya, kayak DPR gitu," kata Diki saat diwawancarai, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurutnya, penyampaian aspirasi akan lebih efektif jika dilakukan di lokasi yang berdekatan dengan institusi yang menjadi sasaran tuntutan. Dengan begitu, aktivitas masyarakat tidak ikut terdampak.

"Karena objek vital itu mengganggu kemacetan dan penutupan jalan. Dan itu juga mengganggu transportasi umum juga. Itu aja sih, sebaiknya jangan di objek vital kayak Bundaran HI itu. Lebih baik di DPR, depan DPR seperti biasa kawan-kawan mahasiswa yang lakukan," paparnya.

Keluhan serupa disampaikan Farhan, seorang pedagang. Ia mengaku aktivitasnya ikut terganggu akibat pengalihan arus lalu lintas selama aksi berlangsung.

"Kalau yang ke arah ke macet itu sebenarnya ngeganggu banget, kalau yang ada dalam hal kita apa, urgent banget gitu kan, yang jalur cepat kan harusnya kan kita lewat Bundaran HI. Jadi kita muternya lewat Senayan, lebih jauh lagi, gitu," ucapnya.

Dampak aksi juga dirasakan pengemudi ojek online (ojol). Andi mengatakan penutupan sejumlah ruas jalan membuat aktivitasnya mencari nafkah menjadi lebih sulit, terutama untuk melakukan penjemputan dan pengantaran penumpang.

"Ya kalau kami sebagai driver ojol sebenarnya merasakan sekali dampaknya. Karena jalanan kan tempat utama kami bekerja. Kalau jalannya ditutup kami jadi kesulitan untuk melakukan penjemputan atau pengantaran," ujarnya.

Menurut Andi, kawasan Bundaran HI biasanya menjadi salah satu titik dengan permintaan layanan ojol yang tinggi. Namun, situasi berubah ketika aksi berlangsung karena sejumlah ruas jalan ditutup dan kemacetan meluas.

"Pas kemarin demo itu, ampun deh. Jalanan dimana mana ditutup. Macet jadi dimana mana. Padahal wilayah HI itu biasanya salah satu titik pusat orderan paling banyak. Dan itu ladang rezeki kami," tambahnya.

Kondisi tersebut juga membuat sejumlah pesanan dibatalkan konsumen karena pengemudi terlambat tiba di lokasi akibat akses jalan yang terhambat.

"Bahkan, ada aja beberapa yang sedikit marah-marah karena kelamanaan. Padahal kami kehambat sama akses jalan," katanya.

Andi berharap ke depan aksi penyampaian aspirasi tetap dapat dilakukan tanpa mengganggu pusat aktivitas masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tetap memiliki hak untuk menyampaikan tuntutan, tetapi lokasi aksi perlu dipertimbangkan agar tidak berdampak langsung terhadap mata pencaharian warga.

"Seharusnya sih ya, yang demo sih gapapa ya, tapi ya jangan di kawasan yang memang pusat aktivitas masyarakat. Karena ngaruh banget sama orderan kami," tambahnya mengakhiri.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya