Berita

Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Jangan Asal Bangun Bandara, Infrastruktur Harus Dukung Swasembada Pangan

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pengembangan dan pengoperasian bandara di berbagai daerah dinilai berisiko membebani keuangan negara apabila tidak didukung jumlah penumpang, maskapai, dan potensi pasar yang memadai.

Karena itu, setiap rencana pengembangan bandara dinilai perlu didahului studi kelayakan yang komprehensif agar pembangunan tidak berujung pada kebutuhan subsidi dalam jangka panjang.

Anggota Komisi V DPR Fraksi Nasdem, Mori Hanafi mengatakan, keberadaan bandara tidak cukup hanya ditopang infrastruktur bagus. Dukungan maskapai dan potensi pasar juga menjadi faktor penting agar bandara dapat beroperasi secara optimal.


“Bandara itu bisa hidup, enggak cuma bagus, tapi harus di-support oleh maskapai,” ujar Mori kepada wartawan, Rabu, 19 Agustus 2026. 

Ia mengingatkan apabila jumlah penumpang di suatu bandara masih rendah, pemerintah kemungkinan harus memberikan subsidi agar maskapai bersedia membuka atau mempertahankan rute penerbangan.

Namun kebijakan tersebut perlu dihitung secara matang karena subsidi yang diberikan dalam jangka panjang dapat membebani keuangan negara.

“Saya khawatir nanti kalau kita dorong, kita boncos kebanyakan subsidinya. Kalau kita mau minta layanan terbang di situ, karena penumpangnya sepi, mungkin kita harus subsidi dalam rangka menghidupkan bandara itu,” katanya.

Mori menegaskan, setiap rencana pengembangan bandara seharusnya didahului studi kelayakan untuk memastikan pembangunan memiliki prospek ekonomi dan didukung kebutuhan pasar.

“Jadi maksud saya, ide bagus ini perlu dilakukan, perlu studi kelayakan dulu, hati-hati,” tegasnya.

Ia kemudian mencontohkan Bandara Kertajati di Jawa Barat yang telah beberapa kali diupayakan pemerintah agar kembali ramai dan berfungsi optimal.

Menurutnya, pemerintah telah mengeluarkan anggaran cukup besar untuk mendorong aktivitas Bandara Kertajati. Namun, berbagai upaya tersebut belum sepenuhnya menghasilkan kondisi yang diharapkan.

“Contohnya Bandara Kertajati kan beberapa kali kita coba bangkitkan, tapi itu enggak berhasil. Padahal beberapa uang yang sudah kita keluarkan, anggaran supaya bandara itu sudah banyak, (hasilnya tetap) enggak berhasil,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis pasar dalam setiap kebijakan pengembangan bandara.

“Harus berorientasi pada kepentingan pasar, itu yang paling utama. Jangan sampai pasarnya enggak ada, (tapi) kita paksakan,” kata Mori.

Selain sektor penerbangan, Mori juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jalan, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.

Ia menilai jalan yang menghubungkan antar daerah memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu agenda pemerintah.

Menurut Mori, peningkatan produksi pangan tidak akan optimal apabila tidak dibarengi dengan konektivitas yang memadai. Jalan dibutuhkan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dari sentra produksi menuju pusat konsumsi dan pasar.

“Swasembada pangan itu enggak bisa sukses kalau jalannya tidak ada. Itu enggak bisa,” tegasnya.

Mori berharap pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap pembangunan jalan penghubung antarwilayah, khususnya di daerah-daerah yang masih jauh dari pusat ekonomi.

“Karena itu, saya tetap berharap infrastruktur jalan yang menghubungkan antardaerah dalam rangka swasembada pangan ini benar-benar diperhatikan di negara ini,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya