Berita

Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad sambangi pelosok Fakfak. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Blusukan ke Pelosok Fakfak, Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad Layani Kesehatan Warga

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 04:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Akses geografis yang sulit tidak menyurutkan langkah Tim 19 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran untuk menjangkau layanan kesehatan warga di pelosok Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Bersama tenaga kesehatan Puskesmas Tomage, tim mendatangi Kampung Wamosan dan Kampung Otoweri untuk terlibat dalam kegiatan Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu serta Puskesmas Keliling (Pusling).

Untuk mencapai Kampung Wamosan, rombongan memulai perjalanan darat menggunakan ambulans sekitar 45-60 menit. Rombongan kemudian berganti moda transportasi menggunakan perahu dan menyusuri Sungai Otauar hingga memasuki perairan Teluk Bintuni selama sekitar 90 menit.


Ketua Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad Arlette Suzy Puspa Pertiwi mengungkapkan untuk mencapai Kampung Wamosan, rombongan memulai perjalanan darat menggunakan ambulans sekitar 45-60 menit. 

“Rombongan kemudian berganti moda transportasi menggunakan perahu dan menyusuri Sungai Otauar hingga memasuki perairan Teluk Bintuni selama sekitar 90 menit,” kata Arlette dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 18 Agustus 2026.

Namun perjalanan belum selesai ketika rombongan tiba di sekitar permukiman Wamosan. Air laut yang sedang surut membuat perahu tidak dapat merapat langsung ke kampung. Tim dan tenaga kesehatan harus berjalan melewati pantai yang dipenuhi koral dan lumpur untuk mencapai lokasi pelayanan.

Saat tiba di Kampung Wamosan, kegiatan Posyandu dan Pusling hanya dihadiri tiga ibu dan tiga anak yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah pelayanan di Wamosan selesai, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Kampung Otoweri, yang lebih padat penduduknya.

Warga Kampung Otower, lanjut Arlette, telah berkumpul dan menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Meski suhu udara mencapai 32 derajat celsius tidak tidak menyurutkan antusiasme warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. 

Arlette menjelaskan keterlibatan Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad dalam Posyandu dan Pusling bukan sekadar pelayanan kesehatan satu hari. Tim juga berinteraksi dengan warga dan tenaga kesehatan Puskesmas Tomage untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat, akses layanan, serta kebutuhan yang dihadapi warga di kawasan tersebut.

Menurut Arlette, perjalanan menuju Wamosan dan Otoweri juga menunjukkan keterkaitan antara persoalan kesehatan dan kondisi geografis. Di wilayah terpencil, akses menuju fasilitas kesehatan dapat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dilihat dari ketersediaan tenaga medis. Akses transportasi, kondisi wilayah, jarak permukiman, dan keberadaan fasilitas kesehatan turut menentukan keterjangkauan layanan.

Tim 19 Unpad berharap kegiatan tersebut menjadi awal pendampingan yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi dengan Puskesmas Tomage dan masyarakat setempat diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan kesehatan masyarakat sekaligus menjadi pijakan dalam menyusun program yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.

“Bagi Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad, perjalanan melewati jalan darat, sungai, laut, hingga pantai berlumpur bukan sekadar perjalanan menuju sebuah kampung. Di ujung medan tersebut ada masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses, pendampingan, dan pelayanan kesehatan,” tutur Arlette.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya