Berita

Pakar politik dan militer Selamat Ginting. (Foto: RMOL)

Politik

Prabowo Harus Waspadai Gerak-gerik Jokowi

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 16:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pakar politik dan militer Selamat Ginting mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terlena dengan kedekatan politiknya bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). 

“Di politik berdekatan belum tentu sejalan. Dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati siapa tahu,” kata Selamat dalam sebuah diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Agustus 2026. 

Ia menilai Prabowo perlu memiliki strategi matang dalam menghadapi kekuatan politik yang telah terbentuk selama 10 tahun pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, tidak mudah menghadapi jaringan kekuasaan yang sudah mengakar sehingga diperlukan langkah politik, hukum, dan ekonomi yang terukur.


Selamat mengatakan salah satu langkah pemerintahan Prabowo yang perlu didukung adalah pembentukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Ia menilai keberadaan satgas tersebut penting karena berkaitan dengan upaya menghadapi kekuatan oligarki dan menertibkan penguasaan sumber daya alam.

Ia justru mengingatkan adanya upaya yang berpotensi melemahkan Satgas PKH. Menurutnya, pembubaran atau pelemahan satgas dapat membuka ruang bagi kepentingan kroni, terlebih bersamaan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.

“Ini ada upaya melindungi kroni dengan melemahkan, membubarkan Satgas PKH. Ini bertepatan dengan pembahasan RUU Perampasan Aset,” tegasnya.

Selamat juga menyinggung dinamika politik yang terjadi pada Agustus tahun lalu yang menurutnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintahan saat ini. Ia menilai berbagai gejolak politik harus menjadi perhatian Prabowo dalam membaca peta kekuatan di sekeliling pemerintahannya.

Menurutnya, pidato Prabowo di hadapan DPR RI juga menunjukkan bahwa Presiden tidak ingin didikte oleh kekuatan tertentu dan memiliki cara sendiri dalam menjalankan pemerintahan.

“Presiden Prabowo terkesan tidak mau didikte. Dia punya cara sendiri,” katanya.

Karena itu, Selamat mendorong Prabowo melakukan evaluasi terhadap jajaran elite pemerintahan, termasuk melalui reshuffle kabinet maupun perubahan di institusi penegak hukum dan militer. Menurutnya, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh dalam aspek hukum, politik, dan ekonomi.

Selamat mengingatkan bahwa pergantian kekuasaan tidak selalu terjadi karena persoalan politik semata. Ia menilai persoalan hukum, ekonomi, dan kekuatan politik dapat menjadi faktor yang saling berkaitan hingga berujung pada jatuhnya pemerintahan.

Ia juga meminta Prabowo memperhatikan faktor usia dan potensi dimanfaatkannya celah oleh kekuatan lama. Menurutnya, sejarah politik Indonesia menunjukkan bagaimana perubahan kekuasaan dapat berlangsung ketika kekuatan politik di sekitar pemimpin mulai bergerak.

Dalam kondisi tersebut, Selamat menilai Prabowo perlu memastikan institusi negara bekerja secara independen dan efektif. Ia juga mengingatkan bahwa KPK dan Polri dinilai belum sepenuhnya dapat diandalkan untuk menghadapi persoalan yang berkaitan dengan warisan kekuasaan sebelumnya.

“KPK, Polri nggak bisa diandalkan karena warisan lama,” tandasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya