Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Saham Adidas Turun 3,14 Persen, Prospek Pertumbuhan Masih Jadi Perhatian

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 12:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Adidas AG mengalami tekanan. Saham perusahaan olahraga asal Jerman tersebut ditutup di level 152,60 Euro per saham pada penutupan Senin 17 Agustus 2026 waktu setempat. Angka itu turun 4,95 Euro atau 3,14 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 157,55 Euro.

Sebelumnya, pada awal perdagangan, saham Adidas dibuka di 157,25 Euro dan sempat menyentuh level tertinggi 157,30 Euro. Namun, tekanan jual kemudian membawa harga turun hingga menyentuh titik terendah 151,85 Euro. Menjelang penutupan, saham memang sempat pulih dari posisi terendah, tetapi belum cukup untuk kembali ke level pembukaan.

Penurunan harga saham ini terjadi meskipun kinerja penjualan Adidas masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. 


Dalam laporan kuartal yang berakhir pada 30 Juni 2026, Adidas mencatat pendapatan sebesar 6,74 miliar Euro, naik sekitar 13,29 persen dibandingkan 5,95 miliar Euro pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga menyebut kuartal tersebut menghasilkan tingkat penjualan yang mencetak rekor.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada laba per saham. Laba per saham tercatat 2,02 Euro, sedikit lebih rendah dibandingkan 2,07 Euro pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. 
Bagi investor, kondisi ini menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa penjualan meningkat cukup kuat, sementara laba per saham justru sedikit menurun. Kemampuan Adidas mengubah pertumbuhan penjualan menjadi pertumbuhan laba menjadi salah satu hal penting yang akan terus dipantau.
Di sisi lain, sejumlah analis masih melihat adanya ruang bagi saham Adidas untuk naik. Data konsensus MarketScreener yang diterbitkan pada 17 Agustus 2026 menunjukkan target harga rata-rata 202,72 Euro berdasarkan 30 analis. Jika dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya sebesar 157,55 Euro, target tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 28,67 persen.

Meski demikian, pandangan analis tidak sepenuhnya seragam. Pada tanggal yang sama, UBS mempertahankan peringkat Adidas di posisi Netral dengan target harga 173 Euro. Artinya, meskipun ada analis yang melihat potensi kenaikan cukup besar, sebagian lainnya masih mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap pergerakan saham Adidas.

Dari sisi bisnis, salah satu kekuatan utama Adidas tetap berasal dari lini produk performa, terutama sepatu lari. Produk ini masih menjadi bagian penting dari kategori performa perusahaan dan penjualan langsung kepada konsumen. Adidas juga terus mengandalkan pakaian dan aksesori, dengan produk-produk tersebut dipasarkan melalui berbagai saluran, mulai dari grosir dan toko ritel hingga e-commerce.

Dengan harga saham yang telah turun ke 152,60 Euro, perhatian investor berikutnya akan tertuju pada apakah Adidas mampu mempertahankan momentum penjualan dan memperbaiki pertumbuhan laba. 

Jika kinerja tersebut terus membaik, target harga yang diberikan sejumlah analis dapat menjadi salah satu indikasi bahwa masih terdapat ruang bagi saham Adidas untuk kembali menguat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya