Berita

Ilustrasi mata uang Rupiah. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Bisnis

Minyak Dunia Melonjak, Rupiah Loyo ke Rp17.850 per Dolar AS

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 09:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah kembali tertekan pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak melemah 52 poin atau 0,29 persen ke level Rp17.850 per Dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap Rupiah dipicu penguatan harga minyak dunia.


Pada perdagangan hari ini, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak ke level 84,9 Dolar AS per barel. Sementara minyak Brent berada di posisi 91,1 Dolar AS per barel.

"Penguatan harga minyak di atas 83 Dolar AS per barel, membuat Rupiah tersungkur pagi ini," kata Ibrahim dalam riset hariannya.

Meski demikian, Ibrahim memprediksi pergerakan Rupiah masih akan fluktuatif hingga akhir perdagangan, namun berpeluang ditutup menguat.

"Mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.750-Rp17.800," ujarnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya