Berita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Foto: Humas BGN)

Nusantara

Kepala BGN: Tidak Boleh Ada Kelalaian dalam MBG

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 02:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap dugaan insiden keamanan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) akibat kelalaian proses pengolahan bahan baku ikan.

Berdasarkan investigasi sementara, sebagian ikan tidak disimpan di dalam freezer dan dibiarkan pada suhu ruangan selama 12 jam hingga lebih.

"Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, ada sekitar 300 atau 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam," kata Sudaryono dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
 

 
Ia menilai, kondisi tersebut merupakan bentuk kelalaian serius dalam pengolahan makanan. Sudaryono menegaskan tidak boleh ada kelalaian dalam penyediaan makanan MBG karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.

"Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai! Dan saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa enggak sanggup kerja, kau keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang," tegasnya.

Dia mengatakan BGN akan memperketat pelaksanaan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG. Sebanyak sekitar 27.000 kepala dapur di seluruh Indonesia diminta memberikan perhatian khusus terhadap setiap tahapan pengolahan makanan.

Di sisi lain, Mas Dar akrab disapa, menyebut kondisi salah satu korban yang dirawat di PICU Rumah Sakit Haji Medan mulai berangsur membaik setelah menjalani perawatan selama tiga hari. Namun, pasien masih membutuhkan penanganan intensif.

Dia berharap kondisi korban segera pulih sehingga dapat dipindahkan dari ruang PICU ke ruang perawatan biasa.

"Kondisi (korban) di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik. Jadi, dibandingkan pertama kali masuk dan kemarin dan hari ini, sudah lebih baik. Tapi memang masih di ICU. Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini. Enggak usah dua hari lah, kalau bisa satu hari, gitu," pungkasnya.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya