Berita

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu, 16 Agustus 2026. (Foto: Humas Kemensos)

Politik

Kemensos Salurkan Santunan Korban Gempa Manggarai ke Ahli Waris

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 13:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Korban meninggal dunia pada bencana gempabumi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat santunan dari Kementerian Sosial (Kemensos), yang diserahkan di Posko Utama Bencana Kabupaten Manggarai, Minggu, 16 Agustus 2026.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai, NTT.

Dia mengungkapkan, untuk sementara santunan diberikan kepada dua ahli waris atas nama Antonius dan Aprilianus masing-masing sebesar Rp15 juta atau total Rp30 juta.


“Ini merupakan bentuk kehadiran dan perhatian negara kepada keluarga yang ditinggalkan. Tentu santunan tidak dapat menggantikan kehilangan orang yang kita cintai, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban keluarga,” kata Agus Jabo dikutip melalui keterangan tertulis Kemensos, Senin, 17 Agustus 2026.

Ia memastikan, Kemensos akan terus memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia lainnya setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi selesai dilakukan.

“Pendataan masih berjalan. Setiap korban meninggal dunia yang datanya telah terverifikasi akan kami tindak lanjuti pemberian santunannya. Kami ingin prosesnya cepat, tetapi tetap harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain santunan, Agus Jabo menyerahkan bantuan logistik kedaruratan berupa kids ware, family kit, pakaian, kasur, dan selimut. Kemensos juga menyerahkan 1.000 paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Agus Jabo mengatakan pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar warga, terutama mereka yang masih berada di pengungsian, dapat terpenuhi.

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Dapur umum, tempat pengungsian, makanan, pakaian, selimut, serta kebutuhan anak-anak harus tersedia. Kami bekerja bersama pemerintah daerah, Tagana, TNI-Polri dan seluruh unsur yang ada di lapangan,” katanya.

Berdasarkan data penanganan bencana hingga malam kemarin, gempabumi yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 telah berdampak terhadap 1.528 kepala keluarga. Sebanyak 5.659 jiwa mengungsi, 54 orang meninggal dunia, dan 137 orang mengalami luka-luka.

Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada dan Ende di NTT. Dampak juga tercatat di Kota dan Kabupaten Bima, NTB, serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kerusakan sementara mencakup 1.543 rumah rusak berat, 328 rumah rusak sedang dan 532 rumah rusak ringan. Selain itu, sebanyak 94 fasilitas pendidikan, 211 fasilitas kesehatan, 42 fasilitas umum, 50 rumah ibadah, serta 76 gedung perkantoran dilaporkan mengalami kerusakan.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berpusat di laut sekitar 30-38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Pascagempa utama, sejumlah gempa susulan masih terjadi dan terus dipantau.

Untuk mempercepat penanganan, Kemensos telah menggerakkan bantuan logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Bekasi dengan total nilai dukungan sekitar Rp4,518 miliar.

Bantuan yang dikirim antara lain tenda keluarga dan tenda serbaguna, velbed, kasur, selimut, family kit, kids ware, makanan siap saji, makanan anak, sandang dewasa dan anak, perlengkapan ibadah, shower kit hingga perangkat dapur umum lapangan.

Kemensos juga menyalurkan 48 ton beras reguler untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Dapur umum lapangan Kemensos telah diaktifkan di tiga wilayah terdampak, yakni Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo. Tagana bersama tim Perlindungan Sosial Korban Bencana juga terus melakukan asesmen, pendataan serta verifikasi dan validasi korban.

“Seluruh sumber daya yang kami miliki kami gerakkan. Kita ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. Negara harus hadir sejak masa tanggap darurat sampai masyarakat dapat kembali pulih,” tambah Agus Jabo.

Sementara itu, proses penyaluran bantuan masih menghadapi kendala, antara lain cuaca buruk yang menyebabkan penutupan sementara penyeberangan kapal feri dari Kupang, serta gangguan jaringan listrik dan komunikasi di sejumlah wilayah terdampak.

Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana dan unsur terkait lainnya untuk mempercepat penanganan korban serta distribusi bantuan ke seluruh wilayah terdampak.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya