Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar AS Tertekan, Indeks DXY Mendekati Level Terendah Sebulan

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS melemah pada perdagangan Senin, 17 Agustus 2026, di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini. 

Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,1 persen menjadi 99,519, mendekati level terendah dalam sebulan.

Yen menguat 0,2 persen menjadi 159,055 per Dolar AS dan berpeluang mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut. Pergerakan ini terjadi meski pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal II-2026 hanya mencapai 1,1 persen secara tahunan, di bawah perkiraan pasar.


Tekanan terhadap Dolar AS terutama dipicu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, termasuk nonfarm payrolls serta indikator inflasi konsumen dan produsen. Kondisi tersebut membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.

Pasar selanjutnya menunggu sinyal kebijakan The Fed dalam simposium tahunan Jackson Hole pada 27–29 Agustus.

Sementara itu, Euro bergerak datar di 1,1573 Dolar AS dan Poundsterling Inggris naik 0,1 persen menjadi 1,3546 Dolar AS.

Dolar Australia dan Selandia Baru relatif stabil masing-masing di 0,7085 dan 0,5891 Dolar AS.

Dolar AS juga bergerak datar terhadap Yuan China di level 6,7428 Yuan dalam perdagangan offshore, menjelang rilis data aktivitas ekonomi China.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya