Berita

Pengelola TPS 3R GO-SARI. (Foto: Humas Pertamina)

Bisnis

Pertamina Dukung GO-SARI Sulap Sampah jadi Cuan

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 00:14 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Persoalan sampah menjadi tantangan bagi masyarakat Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seiring meningkatnya volume sampah rumah tangga dan kebijakan pemda menutup tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat mencari cara agar sampah dapat diselesaikan dari sumbernya.
 
Upaya tersebut kini berkembang melalui TPS 3R GO-SARI. Setiap hari, sekitar 3–3,5 ton sampah rumah tangga dikelola di tempat ini. Sampah tidak sekadar dikumpulkan, tetapi dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi kompos, pakan ternak, material daur ulang, hingga berbagai produk bernilai ekonomi.
 
Dampaknya turut dirasakan masyarakat. TPS 3R GO-SARI kini melayani sekitar 1.500 rumah tangga dan membuka lapangan kerja bagi 27 warga setempat. Berbagai kegiatan produktif yang dikembangkan juga menghasilkan total pendapatan sekitar Rp98 juta per bulan.
 

 
Pengelolaan sampah tersebut dikembangkan masyarakat melalui pendekatan sederhana yang dekat dengan keseharian. Sampah dikelompokkan menjadi “bosok, rosok, popok, dan bodongkok” agar lebih mudah dipahami dan dipilah.
 
Sampah organik antara lain dimanfaatkan untuk kompos dan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot kemudian digunakan sebagai pakan ikan dan ternak, termasuk sekitar 458 ayam petelur yang mampu menghasilkan sekitar 27 kilogram telur per hari. Sementara plastik jenis HDPE diolah menjadi eco furniture seperti meja, kursi, rak, dan pot bunga.

Pengembangan GO-SARI mendapat dukungan PT Pertamina Patra Niaga sejak 2022. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufik Kurniawan, mengatakan dukungan diarahkan agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang dikelola masyarakat secara mandiri.
 
“Kita tentunya tidak ingin setelah Pertamina pergi, program yang sudah sangat bagus ini berlalu begitu saja. Sehingga kami tidak hanya memberikan program CSR, tetapi juga memandirikan mereka,” ujar Taufik dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.
  
Pada 2026, pengelolaan TPS 3R GO-SARI diperkuat dengan pemanfaatan energi bersih melalui PLTS berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung operasional berbagai peralatan pengolahan sampah.
 
Local Hero Program DEB GO-SARI Rehabcycle sekaligus pengelola TPS 3R GO-SARI, Hendry, mengatakan pemanfaatan PLTS mampu mengurangi biaya listrik operasional hingga sekitar 60 persen. Biaya listrik yang sebelumnya mencapai Rp3,5 juta–Rp4 juta per bulan kini menjadi sekitar Rp1,5 juta–Rp2 juta per bulan.
 
“Dengan dibantu PLTS, kebutuhan listrik kami bisa dihemat sampai sekitar 60 persen. Teman-teman juga tetap bisa bekerja ketika terjadi pemadaman listrik,” ujar Hendry.
 
Manfaat ekonomi GO-SARI juga dirasakan langsung para pekerja. Ardian Sajidanto, yang telah bekerja hampir 2,5 tahun di TPS 3R GO-SARI, mengatakan pekerjaan tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarganya.
 
“Dari segi pendapatan, Alhamdulillah bisa membantu ekonomi saya dan keluarga. Bisa untuk membeli susu anak juga,” ujar Ardian.
 
Manfaat program terus diperluas. Pengolahan sampah turut melibatkan kelompok lansia serta warga binaan Rutan Kelas IIB Bantul dalam pengolahan plastik menjadi eco furniture. Layanan GO-SARI juga diperkuat melalui aplikasi Gosari Lestari yang mendukung pembayaran layanan persampahan, tabungan sampah anorganik, hingga pemasaran produk hasil pengolahan.
 
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, pada 12 Agustus 2026 Pertamina menyerahkan secara simbolis dukungan PLTS Program Desa Energi Berdikari serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja TPS 3R GO-SARI. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 771 paket sembako disalurkan kepada masyarakat prasejahtera di sekitar wilayah program.
 
Dari persoalan sampah, masyarakat Guwosari kini membangun kegiatan produktif yang memberikan manfaat berlapis. Sampah yang berakhir di pembuangan dapat ditekan, lapangan kerja terbuka, sumber penghasilan tumbuh, sementara energi bersih membantu membuat kegiatan pengolahan semakin efisien.
 
“Harapannya mereka bisa mandiri, bisa berdikari, dan tanpa pembimbingan kita mereka juga bisa melanjutkan dan meningkatkan lagi pendapatan yang dihasilkan,” pungkas Taufik.
 

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya