Berita

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. (Foto: Istimewa)

Politik

Malam Ini, Kepala BNPB dan Menko PMK Terbang ke NTT

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 17:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dijadwalkan segera bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) malam ini, Sabtu 15 Agustus 2026.

Keberangkatan tersebut dilakukan setelah pemerintah menggelar rapat koordinasi penanganan gempa pada pukul 14.00 WIB yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, TNI/Polri, serta pemerintah daerah.

Suharyanto mengatakan, dirinya bersama jajaran BNPB akan berangkat menggunakan pesawat komersial dan diperkirakan tiba di NTT pada Minggu pagi.


"Pak Menko PMK dan kami, saya Kepala BNPB nanti malam menggunakan pesawat komersil akan segera berangkat dan direncanakan besok pagi sesampainya di NTT di Kupang lanjut di Ende," ungkap Suharyanto saat jumpa  pers secara daring.

Setibanya di NTT, pemerintah akan kembali melakukan rapat koordinasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota terdampak. 

“Kami juga akan menggelar Rakor tingkat provinsi dan Kab/kota,” katanya.

Suharyanto mengatakan langkah itu dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan terkoordinasi dan kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Rapat koordinasi sebelumnya dihadiri Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, BNPB, BMKG, Basarnas, serta unsur TNI/Polri.

Jajaran Forkopimda NTT, mulai dari Gubernur, Pangdam, Kapolda hingga Forkopimda kabupaten/kota terdampak, Dandim, BPBD, dan Kementerian Sosial juga turut dilibatkan.

Dalam rapat tersebut, masing-masing kementerian dan lembaga sepakat mengerahkan personel untuk membantu pemerintah daerah menangani dampak gempa secara langsung di wilayah terdampak.

"Dalam Rakor awal pertama ini masing-masing akan mengerahkan personelnya langsung membantu Pemprov NTT dan Pemda Kab/kota terdampak langsung ke daerah bencana," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya