Berita

Gempa Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Foto: RMOL)

Nusantara

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

6 Kantor Pemerintah Dilaporkan Rusak
SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 14:02 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gempa M7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan kelumpuhan infrastruktur dan memicu krisis logistik mendesak, khususnya di wilayah Manggarai Raya dan Nagekeo.

Kabupaten Manggarai menjadi daerah terdampak paling parah dengan rincian kerusakan 29 unit rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, serta sembilan rumah rusak ringan.

Tak hanya itu, lima fasilitas kesehatan dan satu sekolah di wilayah ini rusak terdampak guncangan. Di Kabupaten Manggarai Timur, 23 unit rumah warga dilaporkan rata dengan tanah (rusak berat).


Kondisi tak kalah kritis terjadi di Kabupaten Nagekeo. Selain merusak rumah warga dan dua tempat ibadah, gempa merusak lima kantor pemerintahan. Arus lalu lintas di wilayah ini dilaporkan mengalami kemacetan parah dan aliran listrik masih padam total.

Ancaman ketahanan pangan juga membayang setelah satu unit gudang penyimpanan Bulog turut dilaporkan mengalami kerusakan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengonfirmasi kaji cepat kebutuhan logistik mendesak telah diidentifikasi, khususnya untuk menyokong kebutuhan pengungsi di Kabupaten Manggarai.

"Sejumlah kebutuhan mendesak yang diprioritaskan antara lain 30 ton beras, obat-obatan, 15 tenda pengungsi, 12 tenda posko, 20 tenda pleton, 1.000 velbed, 1.000 selimut, 1.000 tikar, 500 paket alat dapur, 12 tandon air bersih kapasitas 2.200 liter, 10 unit genset 5 KVA, serta alat komunikasi handy talky dan senter," urai Berton, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Saat ini, BPBD bersama jajaran TNI, Polri, dan instansi teknis tengah mempercepat penyaluran bantuan serta pemulihan jaringan listrik dan akses jalan guna menembus titik-titik isolasi pengungsian.

Gempa magnitudo 7,7 ini terjadi pukul 04.58 WIB serta gempa susulan, Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 14 warga dikonfirmasi meninggal dunia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya