Berita

Ilustrasi gempa Nusa Tenggara Timur. (Foto: RMOL)

Nusantara

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 13:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Guncangan dahsyat gempa bumi magnitudo 7,7 yang menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 menelan korban jiwa.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 14 warga dikonfirmasi meninggal dunia.

Sebaran korban jiwa meliputi Kabupaten Manggarai dengan enam korban meninggal, Kabupaten Manggarai Timur lima korban jiwa, dan Kabupaten Sikka tiga korban jiwa.


Selain itu, dua warga dilaporkan mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan yang kini dalam penanganan medis.

"Data korban ini merupakan data sementara dan masih terus divalidasi oleh pihak BPBD bersama tim gabungan di lapangan," tegas Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Pusat gempa terdeteksi berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo. Guncangan hebat selama kurang lebih satu menit itu tak hanya menghentak NTT, tetapi juga dirasakan hingga Kota Bima di NTB, serta wilayah Sulawesi Selatan seperti Kepulauan Selayar, Jeneponto, dan Maros.

Selain menelan korban jiwa, guncangan keras ini memicu kerusakan infrastruktur yang cukup masif. Data sementara mencatat 54 unit rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan 11 rusak ringan.

Fasilitas publik pun tak luput dari dampak: lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga tempat ibadah, serta enam kantor pemerintah dilaporkan rusak.

Sedikitnya 2.000 warga kini terpaksa mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman. BNPB memastikan bahwa peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG pascametode observasi muka laut telah resmi dicabut pada pukul 07.31 WIB. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya