Berita

Manggala Agni beserta tim gabungan berhasil memadamkan Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. (Foto: Kemenhut)

Nusantara

Kebakaran Bromo Padam, Petugas Masih Lakukan Pendinginan

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 18:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan secara intensif untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api di lokasi bekas kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengucapan terima kasih kepada BNPB/BPBD, TNI Polri, Pemerintah daerah, relawan dan masyarakat atas kerjasama yang luar biasa membantu proses pemadaman api hingga selesai.

Berdasarkan pemantauan lapangan yang dilakukan Manggala Agni beserta tim gabungan pada Jumat, 14 Agustus 2026, tidak lagi ditemukan nyala api aktif di lokasi. Meski demikian petugas masih menemukan adanya bara di sejumlah area bekas terbakar.


Proses penyisiran dan pendinginan dilakukan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bersama Satgas Penanganan Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Tahapan ini terus dilakukan hingga tidak ada lagi potensi terjadinya api.

Pendinginan dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersimpan di antara vegetasi, tanah, maupun material bekas terbakar benar-benar padam. Bara tersebut berpotensi kembali memunculkan api, terutama ketika dipengaruhi cuaca kering dan angin kencang.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan kondisi kebakaran yang relatif terkendali merupakan hasil kerja bersama melibatkan BBTNBTS, Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat.

“Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan sementara, tidak lagi terpantau nyala api aktif dan situasi saat ini relatif terkendali. Perkembangan ini merupakan hasil kerja keras petugas di lapangan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, masyarakat, relawan, dan seluruh pihak terkait," ujarnya. 

"Namun, kami tetap berhati-hati karena masih terdapat bara dan selalu ada kemungkinan munculnya api kembali. Fokus saat ini adalah menuntaskan pendinginan dan memperketat pemantauan,” sambung Ristianto.

Menhut sebelumnya juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi terbakar di Bromo. Dia menginstruksikan penutupan sementara secara menyeluruh kawasan TNBTS agar seluruh unsur dapat berkonsentrasi melakukan pemadaman, pendinginan, dan mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi prioritas utama.

Setelah proses pendinginan selesai, Satgas akan melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas umum serta sarana pelayanan wisata di kawasan terdampak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan, kelayakan fasilitas, dan kesiapan kawasan sebelum dipertimbangkan kembali menerima kunjungan wisata.

“Kami memahami masyarakat dan para pelaku wisata menantikan informasi mengenai pembukaan kembali kawasan. Namun, keputusan tersebut harus didasarkan pada hasil evaluasi lapangan yang menyeluruh. Pendinginan perlu dituntaskan, kondisi kawasan harus dipastikan aman, dan fasilitas wisata harus diperiksa terlebih dahulu. Keselamatan pengunjung, masyarakat, dan petugas tetap menjadi pertimbangan utama. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka melalui kanal resmi,” lanjut Ristianto.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat dan wisatawan menunggu pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali kawasan TNBTS. Bagi pengunjung yang telah membeli tiket masuk kawasan TNBTS melalui sistem pemesanan daring untuk periode penutupan, pengajuan pengembalian dana atau penjadwalan ulang dapat dilakukan sesuai ketentuan dan informasi yang disampaikan melalui kanal resmi BBTNBTS.

Kementerian Kehutanan menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Kementerian Kehutanan juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran di dalam maupun sekitar kawasan TNBTS.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya