Berita

Kiper Timnas Indonesia Cahya Supriadi. (Foto: Istimewa)

Publika

Timnas Gagal Total!

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 05:43 WIB

WALAU kalah tetap cinta Timnas Indonesia. Kalimat penyemangat terasa hambar. Gagal lagi, padahal sudah bertabur pemain keturunan. Mau diapakan, inilah permainan. Pasukan John Herdman, gagal total. 

Jalan Besar Stadium bukan lagi stadion. Ia berubah menjadi arena duel dua bangsa yang sama-sama kehilangan kewarasan. Garuda datang membawa misi wajib menang, Singapura cukup seri. Sederhana? Tidak. Ini sepak bola, tempat logika sering ditendang lebih jauh dari bola.

Babak pertama, Garuda langsung menggempur. Di rumah, fans sudah menyiapkan kopi dan pisang goreng, lengkap dengan jantung cadangan. Baru beberapa menit, Mitchell Lee Baker nyaris membobol gawang Mohamad Izwan bin Mahbud, tetapi masih diselamatkan pemain Singapura. Teriakan fans Indonesia hampir membuat patung Merlion migrasi ke Batam.


Menit 20, Baker kembali dijatuhkan di kotak penalti. Mestinya penalti, tetapi wasit Al-Amouri dari Oman bergeming. Fans berteriak, “Sit, penalti tu, buta ya matanya!” VAR diminta, kuping wasit seperti masuk mode pesawat.

Menit 23, Cahya Supriadi melakukan penyelamatan gemilang. Fans tepuk tangan sampai gelas kopi bergetar. Singapura terus menyerang, tetapi pertahanan Dony Pamungkas, Rizky Ridho, Shayne Pattynama, dan Wahyu Prasetyo masih menjadi pagar betis berkawat.

Menit 29, Baker lagi-lagi dijatuhkan di kotak penalti. Peluit tetap bisu. Fans makin panas, “Wasit kena sogok ni!” Menit 34, Thom Haye mendapat tendangan bebas, tetapi bola melenceng. Fans yang sudah berdiri terpaksa duduk sambil menatap langit dengan ekspresi orang baru kehilangan password Wi-Fi.

Menit 43, Song menekel keras dan menerima kartu kuning. “Main tarkam aja lo!” teriak fans. Menit 45, tendangan Ivar Jenner diblok dan menghasilkan sepak pojok. Babak pertama tamat 0-0. Singapura tersenyum tipis. Indonesia mulai mengunyah kuku.

Di ruang ganti, John Herdman mendadak berubah menjadi Mario Teguh. “Kalian memang super. Alangkah super lagi kalau menang. Come on boys!” Di kubu Singapura, Gavin Lee memberi tausiah, “Kita hanya butuh seri. Jangan lengah.”

Babak kedua dimulai. Kopi belum habis ketika menit 47 Ragnar Oratmangoen, alias Wak Haji, usai aksi kerja sama Thom Haye dan Jenner dan menghantam gawang. Goool!

Nusantara meledak. Fans melompat sampai hukum gravitasi mengajukan pengunduran diri. Ada memeluk televisi, mencium bendera, berteriak sampai alien di orbit mengira Bumi diserang. Satelit NASA sedang memata-matai Xi Jin Ping berhenti bergerak. “Sebentar, ini apaan?”

Para tahanan koruptor ikut berteriak dari balik jeruji. Nasionalisme mereka tak kalah dengan Ormas loreng. Di Singapura, fans membeku. Marina Bay Sands seolah menahan napas.

Menit 58, Ivar Jenner dan Ui-Young Song terlibat adu sikut. Song awalnya dikartu merah, Jenner kuning. VAR kemudian dipelototi Al-Amouri cukup lama, seperti sedang menonton dracin episode 147. Semua kartu dibatalkan. Fans Indonesia kembali meledak, “Huuuh!”

Lalu bencana datang. Kemelut terjadi di depan gawang Indonesia. Bola liar jatuh kepada Ilhan Fandi. Sekali tendang, gawang Cahya jebol ketika sang kiper terjatuh. Gol Singapura! 

Kali ini Singapura menggila. Fans mereka menjerit seperti baru menemukan harta karun nasional. MRT seolah ikut shock, Merlion mengaum sampai Batam, sementara fans Indonesia mendadak berubah menjadi patung. 

Jika tadi alien kaget, kini mereka mungkin menelepon planet asal, “Bumi ternyata lebih gila dari laporan kami.”

Laga berakhir 1-1. Singapura lolos semifinal. Garuda terkulai. Fans Indonesia pulang membawa kecewa, amarah, dan pertanyaan. John Herdman, lo bisa ngelatih ndak sih? 

Pemain keturunan sudah dikumpulkan, tetapi meramu mereka ternyata bukan seperti membuat kopi sachet. 

Kegagalan ini menyakitkan. Singa berpesta, Garuda menunduk. Malam ini, satu negara tertawa, satu negara meratapi sepak bola yang kembali mengajarkan hukum paling kejam, harapan boleh terbang tinggi, tetapi skor tetap punya palu hakim. Sedih, wak!

Rosadi Jamani
Mantan Wartawan

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya