Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Presisi

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 04:08 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dua orang yang diduga terlibat dalam penyebaran konten di platform media sosial Threads terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai program senjata nuklir Iran ditangkap Polda Jabar. 

Selain unggahan utama, polisi juga menindak komentar yang dinilai mengandung unsur hasutan untuk melakukan tindak pidana.

Kasus tersebut bermula dari laporan polisi bernomor LP/B/1498/VIII/2026 yang diterima pada 4 Agustus 2026. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat melalui penerbitan surat perintah penyidikan pada 5 Agustus 2026.


Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, penyidik bergerak cepat setelah menerima laporan dan melakukan serangkaian penyelidikan terhadap akun yang diduga menyebarkan konten bermuatan hasutan.

"Rekan-rekan sekalian, ini dasarnya adalah LP B 1498 VIII 2026. Dari laporan ini ditindaklanjuti dengan surat perintah penyidikan nomor 155 Ditressiber Polda Jawa Barat tanggal 5 Agustus," kata Hendra dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni AYP (49) dan AF (40). Keduanya diamankan di kawasan Jalan Raya Cimahi, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, beserta sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Menurut Hendra, tersangka AYP diduga mengunggah konten melalui akun Threads bernama @ontel_kebagusan yang membahas isu mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait program senjata nuklir Iran. Unggahan tersebut kemudian memunculkan sejumlah komentar yang dinilai mengandung ajakan melakukan tindak pidana.

"Untuk modus operandinya, terlapor mengunggah konten di platform media sosial Threads terkait isu pernyataan Presiden Prabowo Subianto perihal senjata nuklir Iran serta terdapat beberapa komentar berisi hasutan agar melakukan tindak pidana," ujar Hendra.

Polisi menyebut unggahan tersebut dibuat pada 3 Agustus 2026 dengan narasi yang mengaitkan respons Kedutaan Besar Iran di Jakarta terhadap pernyataan Presiden Prabowo mengenai program senjata nuklir Iran. Penyidik menilai konten itu menjadi awal munculnya komentar-komentar yang diduga melanggar hukum.

Selain pembuat unggahan, kepolisian juga menyoroti komentar yang muncul di bawah postingan tersebut. Salah satu komentar yang menjadi perhatian berasal dari akun @basterap, yang menurut penyidik berisi ajakan melakukan tindak pidana terhadap Presiden.

Hendra menegaskan bahwa penegakan hukum dalam perkara ini tidak hanya menyasar pembuat konten, tetapi juga pengguna media sosial yang menuliskan komentar mengandung hasutan atau ajakan melakukan tindak pidana.

"Jadi di sini edukasinya ketika mengunggah juga ada pasalnya, kemudian yang komentar menghasut tindak pidana ini juga akan ada," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Siber Polda Jawa Barat AKBP Mujianto mengatakan kedua tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman penjara paling lama empat tahun serta denda paling banyak Rp200 juta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di media sosial memiliki konsekuensi hukum. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam membuat unggahan maupun memberikan komentar, serta menghindari penyebaran konten yang mengandung ujaran hasutan, ancaman, atau ajakan melakukan tindak pidana.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya