Berita

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shiddiq membuka IndoBeauty Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Produk Kosmetik Lokal Makin Mendunia

Kemendag Perluas Akses Ekspor
KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 17:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat daya saing industri kosmetik nasional melalui perluasan akses pasar ekspor, promosi produk di pameran internasional, serta penguatan posisi produk usaha kecil dan menengah (UKM) di pasar domestik. Langkah ini dilakukan untuk menjaga tren positif ekspor produk kecantikan Indonesia yang terus meningkat.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shiddiq mengatakan, nilai ekspor produk kecantikan Indonesia yang meliputi kosmetik, skincare, dan produk beauty mencapai 2,05 miliar dolar AS pada 2025. Khusus kategori kosmetik, nilainya meningkat dari 416 juta dolar AS pada 2024 menjadi sekitar 673 juta dolar AS pada 2025, atau tumbuh sekitar 13,7 persen.

"Capaian ini menunjukkan bahwa industri kosmetik Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional. Pameran seperti IndoBeauty Expo menjadi sarana efektif untuk mempromosikan produk nasional," kata Deden saat membuka IndoBeauty Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dikutip Kamis 6 Agustus 2026.


Menurutnya, Kemendag menjalankan dua strategi utama untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut. Di pasar domestik, pemerintah memperkuat posisi produk lokal melalui kemitraan dengan jaringan ritel modern agar produk UKM semakin mudah menjangkau konsumen. 

Sementara di pasar internasional, pemerintah mendorong diversifikasi tujuan ekspor dengan membuka akses ke pasar-pasar baru di luar negara tujuan utama.

Deden menilai IndoBeauty Expo menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan peluang ekspor bagi pelaku industri kosmetik nasional.

CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim menambahkan, IndoBeauty Expo yang kini memasuki penyelenggaraan ke-16 telah berkembang menjadi ajang bisnis internasional yang mempertemukan produsen, distributor, pemilik merek, investor, hingga pelaku usaha dari berbagai negara.

Pameran yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2026 tersebut diikuti 65 peserta dari lebih dari delapan negara, yakni Indonesia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan China.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya