Berita

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf meninjau langsung penugasan personel Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat pada Senin, 3 Agustus 2026 (Foto: Ist.)

Nusantara

Mensos Tinjau Langsung Penugasan Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 12:05 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pelibatan seribu lebih personel Taruna Bhakti Nusantara dari unsur TNI dan Polri di Sekolah Rakyat, telah resmi tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf meninjau langsung penugasan mereka, salah satunya di Gresik, Jawa Timur, pada Senin, 3 Agustus 2026.

Mensos menjelaskan, personel Taruna Bhakti Nusantara mendapat amanah mendampingi kehidupan berasrama siswa Sekolah Rakyat melalui pembinaan disiplin, kepemimpinan, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler dalam masa pengenalan lingkungan siswa (MPLS).

"Kami bersyukur semua sudah berada di tempat masing-masing. Insya Allah nanti di sini akan membimbing, memberikan keteladanan untuk siswa-siswa Sekolah Rakyat dalam rangka penguatan kedisiplinan dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler,” ujar Mensos saat meninjau pelaksanaan program Taruna Bhakti Nusantara dan MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik, dikutip dari keterangan tertulis Kemensos, Rabu, 5 Agustus 2026.


Sosok yang kerap disapa Gus Ipul itu menuturkan, seluruh personel Taruna Bhakti Nusantara beserta para pendamping telah berada di lokasi penugasan masing-masing, untuk pembinaan yang tidak berorientasi pada pelatihan militer, melainkan pembentukan kebiasaan hidup yang tertib dan mandiri. 

Pelaksanaan tugas Taruna Bhakti Nusantara, dia tegaskan, dimulai bersamaan dengan MPLS yang saat ini berlangsung di seluruh Sekolah Rakyat. Sehingga, peninjauannya dalam rangka memastikan proses tersebut berjalan baik meski masih diwarnai masa adaptasi bagi guru, tenaga kependidikan, maupun para siswa terhadap sistem pendidikan berasrama dan fasilitas sekolah yang sebagian masih dalam tahap penyempurnaan.

“Guru-gurunya beradaptasi, kemudian juga anak-anaknya beradaptasi. Dengan gedung permanen yang mungkin belum 100 persen, kita tahu fasilitasnya cukup lengkap dan diharapkan benar-benar mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang direkrut melalui proses penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bukan seleksi akademik. Sebagian dari mereka pernah putus sekolah, bahkan belum pernah mengenyam pendidikan formal.

“Ketika masuk ke sini dilakukan penjangkauan berbasis DTSEN. Setelah itu dimutakhirkan oleh para pendamping, dicek lapangan bersama dinas sosial, dilakukan dialog dengan orang tua. Kalau setuju, diteruskan kepada bupati untuk ditetapkan dan diusulkan kepada Kemensos, proses terakhir kita tetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat,” urainya.

Salah satu personel Taruna Bhakti Nusantara yang bertugas di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Gresik, Letda Laut Bagus, mengaku bangga mendapat kesempatan mendampingi para siswa.

“Ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kami dapat ditugaskan memberikan sedikit kepada adik-adik kami yang nantinya menjadi generasi penerus kami,” kata Bagus.

Ia mengatakan kehidupan berasrama memang dipenuhi rutinitas yang dilakukan setiap hari. Namun, dari rutinitas itulah disiplin, tanggung jawab, dan rasa kekeluargaan dibangun.

“Jadi yang saya harapkan adik-adik jangan pernah bosan dan jangan pernah merasa sendiri. Di dalam satu asrama kita adalah satu keluarga. Semua saling memiliki dan saling merangkul,” katanya.

Perubahan positif mulai dirasakan para siswa. Arka Nanta Juanito Bolu, yang telah menempuh pendidikan selama satu tahun di Sekolah Rakyat, mengaku kini menjadi pribadi yang lebih disiplin dibandingkan sebelum tinggal di asrama. 

Putra pasangan Julius Bolu, seorang nelayan dengan penghasilan tidak menentu, dan Ota Yuliana itu juga mengikuti pembinaan karakter bersama Taruna Bhakti Nusantara, termasuk latihan baris-berbaris. Berkat kedisiplinan dan kepercayaan diri yang ditunjukkannya, Arka dipercaya memimpin apel snack siang di hadapan ratusan siswa, Mensos Gus Ipul, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad.

“Di rumah saya tidak bisa disiplin. Masuk Sekolah Rakyat jadi bisa disiplin,” kata Arka yang mengaku bercita-cita menjadi prajurit TNI.

Ia juga merasakan suasana toleransi yang kuat di lingkungan sekolah. Menurutnya, pihak sekolah memberikan pendampingan kepada seluruh siswa tanpa membedakan agama, termasuk mengantar siswa nonmuslim untuk beribadah ke gereja.

“(Bapak Kepsek) baik dimana Pak Kepsek bisa mengantarkan yang non-muslim ke gereja (untuk ibadah),” tambah Arka. 

Secara nasional, jumlah siswa Sekolah Rakyat kini telah mencapai lebih dari 43 ribu orang yang terdiri atas lebih dari 28 ribu siswa baru dan lebih dari 15 ribu siswa lama.

Pemerintah memperkirakan jumlah peserta didik tahun ini akan melampaui 45 ribu siswa. Apabila pembangunan gedung Sekolah Rakyat di berbagai daerah selesai sesuai target, kapasitas penerimaan pada tahun depan diproyeksikan melebihi 100 ribu siswa.

Menurut Mensos, Presiden Prabowo Subianto menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki gedung Sekolah Rakyat yang mampu menampung sekitar 1.500 hingga 2.000 siswa, baik dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Insya Allah kita alokasikan tahun ini siswa lama dan siswa baru diperkirakan nanti lebih dari 45 ribu siswa. Tahun depan, kalau target pembangunan gedung-gedung selesai, itu lebih dari 100 ribu (siswa),” demikian Gus Ipul menutup.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya