Berita

Ketua MPR Ahmad Muzani dan Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 20:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mendukung gagasan menjadikan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai pedoman pembangunan nasional yang dapat menjadi acuan lintas pemerintahan. 

Sikap tersebut disampaikan Presiden saat menerima Ketua MPR Ahmad Muzani dan sejumlah petinggi MPR di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Usai pertemuan, Muzani mengatakan dirinya menyerahkan konsep PPHN yang sebelumnya masih berbentuk draf dan telah dibahas oleh tim bentukan MPR. 


Konsep tersebut kemudian didiskusikan bersama Presiden untuk memperoleh masukan terkait arah pembangunan nasional dalam jangka panjang. 

"Pada kesempatan kali ini, kami menyerahkan konsep tersebut kepada Presiden Republik Indonesia dan berdiskusi dengan beliau mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan Pokok-Pokok Haluan Negara," ujarnya. 

Menurut Muzani, Presiden mendukung agar PPHN menjadi panduan pembangunan jangka panjang yang mengikat arah kebijakan lintas pemerintahan.

"Presiden pada prinsipnya menyerahkan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menjadikan Pokok-Pokok Haluan Negara sebagai pedoman bagi lintas pemerintahan," papar Muzani.

Karena itu, lanjut Muzani, Presiden menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme konstitusional di MPR untuk menetapkan PPHN.

Selain membahas haluan negara, Presiden juga menyoroti pelaksanaan demokrasi di tingkat daerah yang dinilai membutuhkan biaya tinggi dan berdampak pada meningkatnya risiko korupsi. 

Kepala Negara meminta agar persoalan tersebut menjadi perhatian serius dalam penyusunan PPHN sebagai arah kebijakan nasional ke depan. 

"Karena itu, beliau meminta agar persoalan ini menjadi perhatian yang serius untuk dipikirkan," pungkas Muzani.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya