Berita

Jurnalis senior, Lukas Luwarso. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Teriakan Prabowo ‘Hidup Jokowi’ Bagian dari Tipu Daya untuk Menang Perang

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 03:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden Prabowo Subianto pernah melontarkan pekik ‘Hidup Jokowi’ pada HUT ke-17 Gerindra, Februari 2025.

Menurut jurnalis senior, Lukas Luwarso dalam podcast Madilog bersama Darmawan Sepriyossa, teriakan itu merupakan akhir dari hubungan romantis antara Prabowo dengan Jokowi.

Awalnya Lukas mengurai teori strategi ala Sun Tzu terkait menang perang tanpa harus bertempur dengan musuh.


“Jadi politik itu seperti air, harus fleksibel dan adaptif. Dan yang lima (teori Sun Tzu), yang paling penting. Jadi nanti teori Sun Tzu itu nomor lima akan kita jadikan sebagai basis fondasi menganalisis peperangan antara Prabowo dan Jokowi. (Teori) kelima adalah menggunakan tipu daya dan fleksibilitas psikologis tipu daya,” kata Lukas dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Minggu malam, 2 Agustus 2026. 

Lanjut dia, narasi ‘Hidup Jokowi’ yang pernah didengungkan Prabowo merupakan bagian dari teori perang Sun Tzu yang dijalankan oleh Prabowo dan Gerindra.

“Kalau orang cenderung hanya ingin mendukung, kenapa harus berteriak ‘Hidup Jokowi’? Nah, artinya waktu itu yang memang saya dapat info ya A1, A setengah malah, sebenarnya Prabowo sedang galau, karena ini tidak ada script. Jadi di internal Gerindra, waktu itu sudah mulai ada perselisihan dalam merespons bagaimana nih relasi Prabowo dan Jokowi,” ungkapnya.
 
“Nah, saya boleh katakan sekarang bahwa teriakan ‘Hidup Jokowi’ yang kontroversial itu adalah awal dari akhir hubungan yang harmonis antara Prabowo dan Jokowi. Nah, sekuel-nya akan mulai terungkap satu per satu bagaimana ‘Hidup Jokowi itu sebenarnya adalah poin kelima dari Sun Tzu tadi, tipu daya,” tambah Lukas.

Masih kata dia, hal itu berangkat dari ketidaksukaan orang-orang Gerindra terkait adanya narasi yang seolah-olah Prabowo menjadi boneka Jokowi.

“Waktu itu (HUT ke-17 Gerindra) diumumkan Prabowo akan maju lagi tahun 2029. Nah itu artinya baru 6 bulan (menjabat presiden) kok Prabowo sudah mau deklarasi, mau nyalon lagi 2029? Padahal yang beredar adalah ada kesepakatan (dengan Jokowi) Prabowo hanya akan bertahan maksimal 2,5 tahun. Rumor yang beredar,” tandasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya