Berita

Silaturahmi Gus Salam bersama jajaran PWNU dan PCNU se-Nusa Tenggara Barat (NTB) di Hotel Illira, Lombok Tengah. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Gus Salam Dorong NU Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 12:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, terus mengintensifkan silaturahmi ke sejumlah kiai dan pengurus NU di berbagai daerah. Langkah tersebut disebut sebagai amanah dari guru sekaligus sesepuh NU, KH Nurul Huda Djazuli.

Dalam silaturahmi bersama jajaran PWNU dan PCNU se-Nusa Tenggara Barat (NTB) di Hotel Illira, Lombok Tengah, Gus Salam menegaskan rangkaian kunjungan yang dilakukannya bukan didorong kepentingan pribadi, melainkan menjalankan arahan guru.

KH Nurul Huda Djazuli atau yang akrab disapa Mbah Yai Da' merupakan salah satu sesepuh NU dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Pada periode 2021-2026, ia menjabat sebagai Mustasyar PBNU serta dikenal berperan dalam upaya ishlah atau rekonsiliasi berbagai dinamika internal PBNU, termasuk yang melibatkan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Tebuireng Jombang, dan Lirboyo Kediri pada akhir 2025. 


“Masa kamu membiarkan NU konflik seperti ini. Saya (Mbah Yai Da’) prihatin, maka kamu harus ikhtiar di muktamar untuk jadi pemimpin di NU,” ujar Gus Salam menirukan dawuh sang gurunya, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.

“Karenanya, saya adalah santri, sendiko dawuh mengikuti arahan, perintah dan nasehat guru-kyai serta masyayikh NU dan pesantren. Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui muktamar ke35, nanti, saya tetap sam’an wa tho’atan,” sambung Gus Salam.

Gus Salam mengatakan safari silaturahmi yang dilakukannya telah menjangkau 27 provinsi. Selain mempererat hubungan dengan warga NU, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk berdialog, menyerap aspirasi, serta membangun kepercayaan bersama jajaran PWNU, PCNU, fungsionaris, dan para tokoh NU di berbagai daerah.

Menurutnya, apabila kelak mendapat amanah memimpin PBNU, ia tidak ingin dipandang sebagai seorang pemimpin, melainkan sebagai santri yang mengabdi dan melayani organisasi. Baginya, kepemimpinan sejati di NU tetap merujuk pada para pendiri dan ulama pendahulu, seperti KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, serta para masyayikh NU lainnya.

“Kesimpulannya, karena ini dawuhnya kiyai, kita berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya pada silaturrohim yang di hadiri wakil Rais PWNU NTB, TGH. Munajib Khalil dan PCNU se-NTB di Aula Mandalika hotel Illira Lombok Tengah.

Di hadapan pengurus PWNU-PCNU se-NTB, Gus Salam memberi sorotan pada gagasan peran dan tanggung jawab NU berdasar potensi dan peluang di daerah. Salah satunya sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB.

“NU harus mendorong, bahkan memfasilitasi keberdayaan ekonomi warga NU di sektor pariwisata. Wisata halal tentunya, namun berkualitas dan inklusif. Karena potensi ekonomi pariwisata di NTB sangat besar,” ujar Gus Salam.

Menurutnya, kemandirian ekonomi umat merupakan bagian penting dari upaya menjaga tegaknya ajaran agama. Menurutnya, kehadiran jam'iyah Nahdlatul Ulama harus mampu mendorong umat menjadi mandiri secara ekonomi agar dapat menopang berbagai ikhtiar dalam memperkuat kehidupan beragama.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Katib PWNU Jawa Timur periode 2018-2023, KH Syamsuddin, menilai Gus Salam konsisten menyampaikan visi dan misi sesuai arahan para masyayikh dan sesepuh NU, yakni mengembalikan jati diri NU sebagai organisasi yang berlandaskan semangat perjuangan, tradisi pesantren, serta pengabdian untuk kesejahteraan umat.

Menurutnya, semangat tersebut mencerminkan upaya memperkuat pendidikan keagamaan, akhlak, persaudaraan, kemandirian ekonomi umat, hingga menyiapkan generasi NU yang mampu menghadapi tantangan zaman. 

Ia juga mengungkapkan, sebelum bertemu jajaran PWNU dan PCNU se-NTB, Gus Salam bersama sejumlah kiai bersilaturahmi ke sesepuh NU Lombok, TGH Ma'arif Makmun Diranse, yang berpesan agar para pengurus NU mengabdi kepada organisasi, bukan mencari penghidupan dari NU.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya