Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

SABTU, 01 AGUSTUS 2026 | 09:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas sempat turun hingga 2 persen pada penutupan perdagangan Jumat 31 Juli 2026, akibat penguatan Dolar AS yang membalas penurunan harian 2,4 persen pada sesi sebelumnya. 

Meski demikian, emas tetap membukukan kenaikan bulanan 1,1 persen sepanjang Juli, performa bulanan terbaik sejak Februari, karena didukung melandainya inflasi AS bulan Juni, turunnya harga minyak di awal bulan, serta komitmen Ketua The Fed Kevin Warsh untuk tidak langsung menaikkan suku bunga. 

Faktor-faktor ini memicu penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi 65 persen (turun dari 80 persen) berdasarkan CME FedWatch Tool. Beberapa analis mengungkapkan, emas masih tertahan untuk melonjak meski konsisten berada di atas level psikologis 4.000 Dolar AS per troy ounce. 


Di sisi lain, harga minyak berisiko kembali naik akibat konflik Timur Tengah, sementara regulator China baru saja meminta produsen panel surya menghindari perang harga.

Emas spot melemah 1,3 persen ke level 4.049,83 Dolar AS per troy ounce, kontrak emas berjangka AS pengiriman Agustus turun 1,3 persen ke 4.107 Dolar AS per troy ounce. 

Untuk  perak spot, harganya merosot 2,1 persen ke 57,76 Dolar AS per troy ounce.  Platinum berkurang 0,6 persen menjadi 1.650,14 Dolar AS per troy ounce, dan palladium terkoreksi 1,8 persen ke 1.281,18 Dolar AS per troy ounce, meskipun platinum dan palladium tetap mencatatkan tren kenaikan sepanjang bulan ini.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya