Berita

Arab Saudi sambut pelucutan senjata di Gaza ( Unggahan akun X @KSAmofaEN)

Dunia

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

SABTU, 01 AGUSTUS 2026 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Arab Saudi menyambut pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai tercapainya kesepakatan bersejarah terkait pelucutan senjata di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengapresiasi peran Trump dalam mendorong tercapainya kesepakatan tersebut. Riyadh juga menyampaikan penghargaan kepada Mesir, Qatar, Turki, Amerika Serikat, Board of Peace, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses negosiasi.

Arab Saudi juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Comprehensive Peace Plan yang telah disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803. Menurut pemerintah Saudi, seluruh tahapan kesepakatan harus dijalankan tepat waktu, dapat dipercaya, dan tidak dapat dibatalkan.


"Kerajaan menegaskan komitmen penuh terhadap pelaksanaan Comprehensive Peace Plan sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, serta menekankan pentingnya menjalankan seluruh tahapan yang telah disepakati secara tepat waktu, kredibel, dan tidak dapat diputarbalikkan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dikutip Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kerajaan juga kembali menegaskan bahwa pasukan Israel harus ditarik sepenuhnya dari Jalur Gaza. Selain itu, Riyadh mendukung penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional serta memastikan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi bagi warga Palestina dapat disalurkan tanpa hambatan.

Pemerintah Saudi menilai kembalinya Otoritas Palestina untuk mengelola Gaza dan tetap terjaganya persatuan wilayah Palestina merupakan syarat penting bagi keberhasilan rencana perdamaian sekaligus terciptanya stabilitas jangka panjang.

Arab Saudi berharap kesepakatan ini menjadi awal dari proses politik yang lebih luas, termasuk perlindungan hak-hak rakyat Palestina, terutama hak untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara Palestina yang merdeka.

Menurut Riyadh, langkah tersebut akan membuka jalan bagi kehidupan damai antara Palestina dan Israel berdasarkan saling pengakuan. Arab Saudi juga menegaskan bahwa perdamaian yang adil dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penyelesaian politik yang menyeluruh sehingga konflik benar-benar berakhir.

Sebelumnya, Board of Peace mengumumkan bahwa Hamas telah menyetujui peta jalan rinci untuk melanjutkan tahapan gencatan senjata di Gaza setelah berbulan-bulan perundingan yang dimediasi Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Board of Peace menyebut kesepakatan itu sebagai "terobosan bersejarah", karena untuk pertama kalinya Hamas berkomitmen menjalankan rencana pelucutan seluruh persenjataannya secara bertahap.

Setelah proses pelucutan senjata selesai, penarikan pasukan Israel dari Gaza akan dilakukan secara bertahap. Selanjutnya, pengelolaan wilayah Gaza direncanakan dialihkan kepada National Committee for the Administration of Gaza (NCAG) melalui masa transisi yang didukung oleh Pasukan Stabilisasi Internasional.

Board of Peace menyatakan bahwa peta jalan tersebut bertujuan memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat Palestina di Gaza sekaligus meningkatkan keamanan bagi Israel. Implementasi kesepakatan kini menjadi fokus utama seluruh pihak yang terlibat.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya