Berita

Logo Kabinet Bayangan. (Website/Kabinetbayangan.id)

Politik

Kabinet Tandingan Lebih Pas Ketimbang Kabinet Bayangan

KAMIS, 30 JULI 2026 | 14:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Hendri Satrio menanggapi kemunculan Kabinet Bayangan yang digagas kalangan akademisi, peneliti, dan pegiat masyarakat sipil sebagai kanal pengawasan alternatif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui unggahannya di media sosial, Hendri Satrio menyampaikan analogi mengenai konsep kabinet bayangan.

"Bayangan butuh cahaya, kalau enggak ada cahaya, enggak ada bayangan. Dan kalau tuannya enggak bergerak, mana bisa bayangan bergerak," tulis Hensa dikonfirmasi ulang redaksi, Kamis, 30 Juli 2026.


Founder lembaga survei Kedai Kopi yang akrab disapa Hensa itu kemudian menyarankan agar inisiatif tersebut menggunakan istilah yang lebih lugas.

"Mestinya langsung aja, Kabinet Tandingan!" tambahnya.

Kabinet Bayangan diluncurkan oleh koalisi akademisi, peneliti, dan pegiat masyarakat sipil sebagai wadah pengawasan alternatif terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Inisiatif tersebut dipanitiai oleh pakar hukum tata negara Feri Amsari bersama Ahmad Jilul Qur'ani Farid dari Masyarakat Transparansi Indonesia.

Koalisi penggagas menilai fungsi checks and balances mengalami pelemahan setelah mayoritas partai politik bergabung ke dalam koalisi pemerintahan. 

Karena itu, Kabinet Bayangan diposisikan sebagai oposisi berbasis bukti yang bertugas mengevaluasi kebijakan pemerintah, menyusun alternatif kebijakan berdasarkan hasil riset, serta menjadi rujukan bagi publik dalam menilai kinerja kabinet.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya