Berita

Ilustrasi

Politik

Jejak Pemimpin RMOLTV:

Ketua Baznas Paparkan Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional

RABU, 29 JULI 2026 | 21:23 WIB | LAPORAN: SAEFUL ZAMAN

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa zakat harus ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam pembangunan bangsa, bukan sekadar ibadah individual. 

Melalui tata kelola yang profesional, digitalisasi, serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, Baznas menargetkan zakat mampu menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sodik dalam program Jejak Pemimpin RMOLTV yang dipandu Saeful Zaman, Redaktur Khusus RMOL, di Bandung, Jawa Barat, Senin 27 Juli 2026.


Dalam perbincangan berdurasi hampir satu jam itu, Sodik mengisahkan perjalanan hidupnya, mulai dari didikan keluarga, kiprah di dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, politik, hingga dipercaya memimpin Baznas RI.

Menurutnya, benang merah dari seluruh perjalanan tersebut adalah pengabdian kepada umat dan bangsa.

"Dedikasi dan pengabdian kepada umat dan bangsa itulah yang menjadi benang merah perjalanan hidup saya," ujar Sodik.

Empat Tantangan Besar Zakat Nasional

Sodik menjelaskan, potensi zakat Indonesia sangat besar. Namun, realisasi penghimpunan zakat masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar.

Berdasarkan hasil survei yang menjadi rujukan Baznas, terdapat empat faktor utama yang menyebabkan masyarakat belum menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

Pertama, masih banyak umat Islam yang belum memahami kewajiban zakat secara utuh. Kedua, belum tumbuh kesadaran untuk menunaikan zakat. Ketiga, masih rendahnya tingkat kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat. Keempat, masyarakat belum merasakan kemudahan dalam menunaikan zakat.

Karena itu, salah satu prioritas utama Baznas adalah memperkuat literasi zakat sekaligus mempercepat digitalisasi layanan.

"Digitalisasi bukan hanya membuat pelayanan lebih mudah, tetapi juga meningkatkan transparansi, integrasi, efektivitas, dan efisiensi pengelolaan zakat," jelasnya.

Melalui sistem digital, lanjut Sodik, pengelolaan zakat hingga tingkat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desa nantinya dapat dipantau secara real time.

Delapan Prioritas Kepemimpinan

Sejak dipercaya memimpin Baznas RI, Sodik menetapkan delapan prioritas utama atau Asta Prioritas sebagai arah transformasi kelembagaan.

Fokus tersebut meliputi penguatan ekosistem zakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan digitalisasi, perbaikan tata kelola, hingga penguatan pendayagunaan zakat yang lebih berdampak.

Menurutnya, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional.

"Mengelola zakat bukan hanya mengumpulkan dana, tetapi juga bagaimana memobilisasi, mengelola, kemudian mendistribusikannya secara tepat sasaran dan memberi dampak yang berkelanjutan," katanya.

Target Besar: Mustahik Menjadi Muzaki

Salah satu visi besar yang ingin diwujudkan Baznas adalah mendorong penerima zakat (mustahik) naik kelas menjadi pembayar zakat (muzaki).

Untuk mencapai tujuan tersebut, Baznas tidak lagi hanya berfokus pada bantuan konsumtif, melainkan memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kita ingin distribusi zakat bukan sekadar santunan, tetapi menjadi pemberdayaan. Ada pendampingan, pelatihan, akses permodalan, hingga kolaborasi dengan berbagai kementerian," ujarnya.

Sodik mencontohkan keberhasilan program pemberdayaan di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Kelompok usaha yang sebelumnya menerima bantuan Baznas kini telah mampu membayar zakat.

"Itulah indikator keberhasilan yang ingin terus diperbanyak," katanya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam menjalankan transformasi tersebut, Baznas menggandeng berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Bappenas, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Syariah Indonesia (BSI), hingga Danantara.

Menurut Sodik, kolaborasi merupakan kunci utama keberhasilan pengelolaan dana umat.

"Problem kita selama ini adalah kurang serius membangun kolaborasi. Padahal semangat Islam adalah saling membantu dan bekerja bersama," tuturnya.

Pengabdian Tanpa Pamrih

Dalam sesi penutup, Saeful Zaman meminta pandangan Sodik mengenai makna pengabdian dan ukuran keberhasilan seorang pemimpin.

Bagi Sodik, pengabdian adalah memberikan manfaat kepada masyarakat tanpa mengharapkan balasan.

"Kalau masih berharap imbalan dari orang yang kita bantu, itu namanya transaksi. Pengabdian adalah memberi manfaat tanpa meminta balasan," katanya.

Sementara ukuran keberhasilan seorang pemimpin, menurut Sodik, bukan diukur dari tingginya jabatan yang diraih.

"Pemimpin itu pelayan masyarakat. Ukuran keberhasilannya sederhana, apakah ia mampu memajukan rakyatnya atau tidak. Kalau rakyatnya maju, berarti kepemimpinannya berhasil," pungkas Ketua Baznas RI itu.

Program Jejak Pemimpin RMOLTV menghadirkan tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang untuk mengulas perjalanan kepemimpinan, gagasan, serta kontribusinya terhadap pembangunan Indonesia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya