Berita

Ilustrasi. (Foto: Instagram suarasurabayamedia)

Dunia

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Infrastruktur dan Industri Jepang, Pemadaman Listrik Terjadi

RABU, 29 JULI 2026 | 21:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Keamanan Ekonomi Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih menghitung dampak keseluruhan bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang selatan, pada Selasa, 28 Juli 2026 waktu setempat. 

Guncangan tersebut memicu ledakan besar di pusat perbelanjaan Aeon Mall dan merobohkan sejumlah bangunan, serta menyebabkan sedikitnya lima orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Gempa juga memutus aliran listrik ke puluhan ribu rumah, menghentikan transportasi, dan memaksa sekitar 300.000 warga mengungsi. 


"Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, serta terdapat kerusakan pada jalan dan jembatan, juga bangunan yang runtuh," ujar Takaichi kepada wartawan di Tokyo, seperti dikutip Reuters, Rabu, 29 Juli 2026.

Tim penyelamat hingga kini masih bekerja mengevakuasi korban. Ia menilai kerusakan ini juga pernah terjadi satu dekade lalu usai gempa besar melanda Jepang bagian selatan.

Korban jiwa bertambah setelah operasi pencarian semalam di Aeon Mall Kumamoto berhasil mengevakuasi delapan orang. Pemerintah prefektur menyatakan dua perempuan berusia 20-an tahun meninggal dunia akibat ledakan di mal tersebut, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka dan satu korban sempat mengalami henti jantung dan napas. 

Di lokasi lain dekat pusat gempa, satu orang juga dilaporkan tewas setelah tertimpa bangunan yang runtuh.

Ledakan di Aeon Mall menjadi salah satu insiden paling dramatis dalam bencana ini. Rekaman dari lokasi memperlihatkan sebagian sisi bangunan yang menampung sekitar 200 toko hancur dengan rangka baja terbuka dan puing-puing berserakan di area parkir.

Selain korban di pusat perbelanjaan, sejumlah orang juga dilaporkan belum diketahui keberadaannya setelah cerobong asap runtuh di pabrik Nippon Paper Industries. Dua rumah sakit di wilayah tersebut masing-masing merawat lebih dari 50 korban, beberapa di antaranya dalam kondisi serius, sementara sejumlah penumpang kereta cepat mengalami luka-luka saat gempa mengguncang.

Gempa turut melumpuhkan infrastruktur. Sebanyak 48.000 rumah mengalami pemadaman listrik, jalan raya mengalami retakan besar, layanan kereta termasuk shinkansen dihentikan, dan Bandara Kumamoto menutup landasan pacunya sehingga sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan.

Badan Meteorologi Jepang mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap gempa susulan yang berpotensi terjadi selama sekitar sepekan ke depan, termasuk risiko tanah longsor. Otoritas juga memperingatkan ancaman sengatan panas karena suhu di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 34 derajat Celcius.
 
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak ada gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak.

Dampak gempa juga dirasakan sektor industri. TSMC, Sony, dan Fujifilm sempat mengevakuasi pekerjanya, meski TSMC menyatakan fasilitasnya tidak mengalami kerusakan dan operasional mulai dipulihkan secara bertahap.  



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya