Berita

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)

Bisnis

Himbara Diingatkan Penuhi Target RoA Mencegah Krisis Perbankan

RABU, 29 JULI 2026 | 15:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Bank-bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diimbau tidak menganggap remeh target Return on Assets (RoA) yang telah ditetapkan pemerintah.

Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri menegaskan, RoA menjadi salah satu indikator vital untuk menjaga kesehatan industri perbankan nasional sekaligus memagari sektor keuangan dari potensi krisis di masa depan.

"Indikator RoA bukan sekadar angka finansial, melainkan tolok ukur strategis yang menentukan daya saing, keberlanjutan, dan kepercayaan publik. RoA adalah kompas bagi manajemen bank dalam menyusun strategi operasional, investasi, serta kebijakan pengelolaan risiko," ujar Deni dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 Juli 2026.


RoA sendiri merupakan rasio profitabilitas yang mengukur seberapa efisien aset bank mampu mencetak laba. Indikator ini menjadi parameter kunci bagi jajaran bank pelat merah, seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI serta menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) dalam mengukur stabilitas sistem keuangan.

Deni membeberkan, bank-bank papan atas global rata-rata menargetkan RoA di kisaran 1,5 hingga 2 persen. Oleh sebab itu, Himbara dituntut menjaga posisi kompetitifnya agar tetap memiliki daya pikat tinggi di mata investor, khususnya investor asing.

Tak hanya itu, kinerja RoA bank-bank BUMN memiliki keterkaitan langsung dengan kekuatan fiskal negara melalui kontribusi dividen.

"Semakin tinggi RoA, semakin besar pula kontribusi dividen yang dapat diberikan kepada negara untuk memperkuat kapasitas fiskal pemerintah," jelasnya.

Selain menjadi benteng pertahanan saat terjadi gejolak ekonomi, RoA yang solid memberikan ruang gerak lebih luas bagi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, mulai dari infrastruktur, energi, hingga UMKM.

"Karena itu, target RoA tidak boleh dipandang hanya sebagai angka profitabilitas belaka, melainkan indikator yang mengintegrasikan kepentingan bisnis, regulator, pemerintah, dan masyarakat," tambah Deni.

Lebih lanjut, CBC mendorong lembaga pengawas untuk bertindak tegas jika menemukan bank Himbara yang kinerjanya terus melandai dan secara konsisten mencatatkan RoA jauh di bawah target. Bahkan, Deni menyarankan keterlibatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melancarkan pemeriksaan mendalam jika perbaikan tak kunjung terjadi.

"Jika terdapat bank Himbara yang RoA-nya masih rendah dan tidak menunjukkan perbaikan, BPK dapat mempertimbangkan melakukan audit khusus. Ini penting untuk menilai penyebab utamanya, mulai dari efektivitas pengelolaan aset, tata kelola, hingga manajemen risiko," tutup Deni.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya