Berita

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. (Foto: RMOL)

Politik

Efek Kaesang Lebih Mengancam Parpol Lain Ketimbang PDIP

RABU, 29 JULI 2026 | 13:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keikutsertaan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep di Pileg mendatang, khusunya Dapil V Jawa Tengah belum tentu secara langsung menggerus dominasi PDI Perjuangan (PDIP) di wilayah tersebut. 

Menurut pengamat politik Nurul Fatta, jika melihat tren suara partai, justru terdapat kemungkinan partai lain yang lebih terdampak dalam persaingan politik 2029.

Fatta mengatakan, secara personal Kaesang memiliki potensi mendulang suara. Namun, jika dianalisis dari sisi kepartaian, pergerakan suara PDIP dan PSI di Dapil V Jawa Tengah menunjukkan tren yang berbeda dalam dua pemilu terakhir.


"Kalau kita lihat secara kepartaian, bukan personal, bukan orang per orang, datanya cukup menarik. Di Dapil V Jawa Tengah itu, suara partai PDIP turun dari 43,4 persen di 2019 menjadi 34,7 persen di 2024," ujar Fatta kepada RMOL, Rabu, 29 Juli 2026.

Ia menyebut penurunan tersebut cukup signifikan karena PDIP kehilangan sekitar 8,7 persen suara dalam satu periode. Jika dihitung secara relatif, partai berlambang banteng moncong putih itu kehilangan sekitar seperlima dari perolehan suaranya.

Di sisi lain, Fatta melihat tren berbeda dari PSI. Meski basis suaranya masih jauh lebih kecil dibandingkan PDIP, suara partai tersebut mengalami peningkatan dalam Pemilu 2024.

"PSI, di luar faktor caleg, murni suara partai, justru naik dari 3,6 persen di 2019 ke 8,2 persen di 2024. Itu kenaikan lebih dari dua kali lipat. Memang basisnya masih kecil dibanding PDIP, tapi tren pertumbuhannya jelas ke arah yang berlawanan dengan PDIP," jelasnya.

Menurutnya, apabila tren tersebut terus berlanjut hingga Pemilu 2029, bukan tidak mungkin PSI kembali mengalami peningkatan suara. Namun, ia menilai hal tersebut belum otomatis berarti PSI mampu menggantikan dominasi PDIP di dapil yang selama ini dikenal sebagai basis kuat partai tersebut.

"Nah, kalau tren ini konsisten, PDIP terus melandai dan PSI terus naik, apakah itu bisa terulang lagi di 2029? Sangat mungkin. Tapi soal apakah itu cukup untuk menggeser dominasi PDIP di dapil ini, termasuk suara Puan Maharani, itu soal lain yang perlu dilihat lebih jauh," katanya.

Lebih lanjut, Nurul Fatta menilai dinamika pencalonan Kaesang juga berpotensi berdampak terhadap partai lain yang mengalami penurunan suara di Dapil V Jawa Tengah.

"Kalau dilihat lebih luas lagi, bisa saja partai-partai lain yang tergerus seperti PKB atau PAN, karena suara partainya juga mengalami penurunan dari 2019 ke 2024," ujarnya.

Karena itu, Nurul berpandangan kehadiran Kaesang di Dapil V Jawa Tengah belum tentu menjadi ancaman langsung bagi PDIP. Menurutnya, perebutan suara pada Pemilu 2029 akan sangat bergantung pada dinamika antarpartai dan kekuatan kandidat yang bertarung.

"Jadi menurut saya, justru kalau Kaesang maju, bukan PDIP yang berkurang kursinya, tapi partai lain," pungkasnya.




Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya