Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah Dua Pekan

RABU, 29 JULI 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia turun tajam hingga menyentuh level terendah dalam dua pekan pada perdagangan penutupan perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, waktu setempat.

Harga minyak mentah Brent terpantau turun 4,27 Dolar AS atau 4,8 persen menjadi 84,09 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat melemah 3,35 Dolar AS atau 4,1 persen ke level 79,26 Dolar AS per barel. 

Dalam tiga hari terakhir, harga Brent telah terkoreksi sekitar 16 persen, menjadikannya berada di level terendah sejak 13 Juli, sedangkan WTI berada di titik terendah sejak 16 Juli.


Meredanya ketegangan antara AS dan Iran menjadi penyebab utama turunnya harga minyak. Pelaku pasar mulai melihat adanya peluang untuk mengakhiri konflik melalui perundingan setelah kedua negara menghentikan aksi saling serang. Namun, situasinya masih belum benar-benar stabil. Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS, berbeda dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang sebelumnya mengatakan bahwa kedua pihak tengah melakukan "pembicaraan yang baik".

Perhatian pasar kini tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Iran mengusulkan pembukaan kembali selat tersebut secara sementara dengan pengaturan jalur pelayaran yang sebagian berada di wilayah perairannya. Hingga kini, usulan tersebut belum mencapai kesepakatan sehingga ketidakpastian terhadap pasokan minyak global masih membayangi pasar.

Di sisi lain, gangguan terhadap pasokan minyak belum sepenuhnya mereda. Saudi Aramco menutup sementara kilang minyak Jizan yang memiliki kapasitas 400.000 barel per hari setelah serangan kelompok Houthi. Kelompok yang didukung Iran itu juga mengklaim telah meluncurkan rudal balistik ke sebuah kapal tanker minyak milik Arab Saudi. Serangan-serangan tersebut membuat jalur pelayaran di Laut Merah masih berisiko, meski lalu lintas kapal di Selat Bab el-Mandeb mulai meningkat dibanding beberapa hari sebelumnya.

Pasar juga mencermati langkah negara-negara anggota OPEC+ yang disebut-sebut berencana menghentikan sementara peningkatan produksi minyak selama tiga bulan mulai Oktober 2026. Jika keputusan itu benar diambil, tambahan pasokan minyak ke pasar akan tertunda dan berpotensi menahan penurunan harga minyak lebih lanjut.

Selain perkembangan di Timur Tengah, pelaku pasar turut memantau perang Rusia-Ukraina. Apabila pembicaraan damai berhasil dilakukan dan sebagian sanksi terhadap Rusia dicabut, ekspor minyak Rusia berpotensi meningkat. Tambahan pasokan dari salah satu produsen minyak terbesar dunia itu dapat kembali memengaruhi pergerakan harga minyak global dalam beberapa bulan mendatang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya