Berita

Direktur Utama BRI Hery Gunardi usai pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta. (Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Motor Utama Program 3 Juta Rumah, Pemerintah Apresiasi BRI Salurkan KUR Perumahan

SELASA, 28 JULI 2026 | 17:16 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

BRI kembali menunjukkan perannya sebagai motor utama pembiayaan sektor perumahan nasional. Hal itu tercermin dalam capaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang telah melampaui target unit yang ditetapkan pemerintah dalam Program 3 Juta Rumah tahun 2026.

Dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa hingga Juli 2026, realisasi penyaluran KUR Perumahan BRI telah mencapai Rp10,6 triliun atau sekitar 88,3% dari target Rp12 triliun yang diberikan pemerintah. 

Dari sisi unit, capaian tersebut bahkan telah mencapai 77.592 unit atau 167% dari target 46.230 unit.


"Untuk KUR Perumahan sendiri, pencapaian BRI sudah mendekati 89%. Karena itu target ke depan juga akan ditingkatkan," ujar Hery dikutip Selasa 28 Juli 2026.

Selain KUR Perumahan, BRI juga terus mengakselerasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga 20 Juli 2026, realisasi FLPP yang telah disalurkan oleh BRI mencapai 19.075 unit.

Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi khusus terhadap kontribusi BRI yang dinilai menjadi bank dengan kinerja terbaik dalam penyaluran KUR Perumahan. Menurutnya, kontribusi BRI menjadi yang terbesar dibandingkan lembaga perbankan lainnya.

“Dalam seminggu ini kami membahas soal KUR dua kali bersama Presiden. Yang pertama di Hambalang minggu lalu, yang kedua kemarin juga dilaporkan dalam taklimat oleh Menko soal KUR. Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan, Dan KUR Perumahan yang paling tinggi itu adalah pencapaian kinerja Bank BRI,” kata Maruarar.

Data menunjukkan BRI memegang porsi strategis dalam Program 3 Juta Rumah sekaligus sebagai motor penggerak penyaluran KUR Perumahan. 

Dari target nasional KUR Perumahan sebanyak 88.535 unit dengan plafon Rp50 triliun, porsi target BRI mencapai 46.230 unit atau sekitar 52,2% dari target nasional. Sementara dari sisi plafon, kontribusi target BRI mencapai 24% dari total target nasional.  

Tak hanya itu, BRI juga mengambil porsi signifikan dalam keseluruhan program pembiayaan perumahan nasional. Dari target nasional sebanyak 430.535 unit, BRI mendapatkan mandat pembiayaan sebesar 148.535 unit atau sekitar 34,5% dari target nasional.

Di sisi lain, BRI menegaskan siap memenuhi target penyaluran KUR Perumahan hingga akhir tahun. 

“KUR Perumahan adalah program bersubsidi. Jadi, pricing atau bunga yang diberikan kepada nasabah hanya 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan. Karena itu, cicilannya masih sangat terjangkau. Hal tersebut membuat masyarakat antusias. Kalau kita lihat, pertumbuhan penyalurannya juga cukup tinggi dan saya rasa akan terus berlanjut sampai akhir tahun,” jelas Hery Gunardi.

Komitmen tersebut mempertegas posisi BRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pemerataan akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda prioritas nasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya