Berita

Ketum JMSI Dr.Teguh Santosa (Foto: Istimewa)

Politik

Teguh Santosa Perjelas Pernyataan Prabowo Soal ‘Londo Ireng’

SELASA, 28 JULI 2026 | 16:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Isu ‘Londo Ireng’ yang sedang viral dan menuai kontroversi di tengah masyarakat Indonesia mendapat tempat khusus dalam sambutan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Dr. Teguh Santosa ketika melantik Pengurus Daerah JMSI Sumatera Selatan di Gedung Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Selasa, 28 Juli 2026. 

Pelantikan dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Panji Cahyanto, yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan dan masyarakat pers Sumatera Selatan.

Teguh mengatakan, bila diperhatikan dengan sungguh-sungguh, dalam pernyataannya Prabowo sama sekali tidak menyebut wartawan atau jurnalis, pengamat, dan LSM sebagai ‘Londo Ireng’.  Prabowo sekadar mengingatkan bahwa ada ‘Londo Ireng’ yang menggunakan profesi wartawan, pengamat, dan LSM sebagai kedok atau topeng.


“Nanti silakan simak lagi. Tapi Presiden Prabowo mendefinisikan ‘Londo Ireng’ sebagai orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Dan (‘Londo Ireng’) sekarang pakai baju lain, (seperti) wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM,” ujar Teguh.

“Presiden tidak mengatakan wartawan, pengamat, dan LSM adalah ‘Londo Ireng’. Pesan Presiden adalah: ada ‘Londo Ireng’ yang menggunakan profesi kita, atau menjadi pengamat, atau menjadi aktivis LSM,” kata Teguh yang juga dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.  

Sebelum menyinggung soal ‘Londo Ireng’ kepada Ketua Pengda JMSI Sumatera Selatan, Firdaus Komar, yang baru dilantiknya, Teguh mengingatkan dua tugas utama Pengda JMSI Sumatera Selatan.

Tugas pertama, memastikan perusahaan media di Sumatera Selatan yang menjadi anggota JMSI memiliki kapasitas dan manajemen bisnis yang sehat, profesional, mandiri, sehingga dapat menghidupi karyawan. 

Hanya dengan kemampuan itu, katanya lagi, anggota JMSI dapat menjalankan tugas kedua, yaitu menghasilkan karya pers yang berkualitas baik.

“Berkualitas baik tidak sekadar rapi dalam hal penulisan, tidak sekadar mengikuti Kode Etik Jurnalistik. Tetapi juga harus diiringi kemauan kuat untuk benar-benar meliterasi masyarakat pembaca. Tolong diupayakan agar karya pers yang dihasilkan anggota JMSI tidak terjebak pada click bait semata yang mengandalkan judul yang dramatis atau sekadar ikut pada isu yang sedang trending,” urai mantan anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat ini. 

Menurutnya, anggota JMSI wajib menghadirkan narasi yang utuh dan tidak boleh sekadar ikut arus informasi yang sedang ramai dibicarkan atau fear of missing out (FOMO).

“Jangan takut, jangan khawatir untuk menjadi tidak biasa, untuk menjadi sesuatu yang berbeda dari arus besar. Justru kita sedang ingin membuat arus besar, bukan ikuta-ikutan dengan arus besar yang keliru,” kata Teguh lagi.

Menutup sambutannya, anggota Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah itu mengatakan dirinya percaya dan yakin, bila JMSI serius menjalankan amanah, maka kebebasan informasi dan revolusi digital di Indonesia dapat menjadi lokomotif pembangunan negara seperti yang terjadi di banyak negara yang beberapa dekade lalu satu level dengan Indonesia.

“Kebebasan informasi dan kemajuan teknologi tidak membuat mereka mengalami regresi atau kemunduran,” demikian Teguh.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya