Berita

Ilustrasi (Artificial inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun Tajam Usai Iran Sepakat Hentikan Serangan

SELASA, 28 JULI 2026 | 09:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar Minyak dunia merespons positif laporan bahwa Iran bersedia menghentikan serangan selama Amerika Serikat (AS) tidak melanjutkan aksi militernya.

Penurunan harga cukup tajam terjadi pada kedua acuan pada Senin, 27 Juli 2026. Minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman September turun 8,7 persen dan ditutup di 88,36 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September merosot 7,5 persen menjadi 82,61 Dolar AS per barel.

Penurunan ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global. Selama hampir dua pekan terakhir, konflik antara AS dan Iran sempat memicu lonjakan harga minyak karena dikhawatirkan mengganggu jalur distribusi energi di kawasan Timur Tengah.


Iran dilaporkan telah menyatakan akan menghentikan serangan selama AS bersedia menahan diri untuk tidak melakukan serangan baru. Sikap tersebut meningkatkan harapan bahwa konflik tidak akan semakin meluas.

Membaiknya prospek keamanan di kawasan membuat pelaku pasar kembali fokus pada kondisi pasokan minyak yang dinilai lebih stabil. Akibatnya, premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak melonjak mulai menghilang.

Meski demikian, pelaku pasar masih terus memantau perkembangan hubungan antara AS dan Iran. Setiap perubahan situasi di Timur Tengah berpotensi kembali memengaruhi harga minyak dunia dalam waktu singkat.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya