Berita

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Piagam Pembentukan Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman Indonesia di The Hermitage Hotel, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

SENIN, 27 JULI 2026 | 19:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komitmen menjaga iklim ditunjukkan perwakilan komunitas dari enam agama di Indonesia lewat penandatanganan Nota Kesepahaman dan Piagam Pembentukan Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman Indonesia di The Hermitage Hotel, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Forum yang digagas Yayasan Amanah Daya Nusantara (AYANA) itu dibentuk untuk memperkuat koordinasi dan aksi bersama menghadapi krisis iklim.

"Tantangan kita bukan hanya menyampaikan lebih banyak informasi. Tantangan kita adalah membuat aksi iklim dipahami, dipercaya, dimiliki, dan dipimpin oleh masyarakat," ujar Direktur Eksekutif AYANA Rizal Algamar.


Dia menegaskan, merawat bumi bukan agenda dari luar, melainkan ajaran yang telah lama hidup di tengah komunitas agama. Sekretariat Bersama karena itu tidak mengambil alih kewenangan organisasi keagamaan, tetapi menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, membangun kemitraan, dan
menggerakkan aksi bersama.

“Masyarakat juga perlu mengetahui dukungan apa yang harus mereka terima. Intinya, melalui integrasi teologi, ekologi, dan ekonomi, kami berharap masyarakat semakin mampu mengkomunikasikan aksi-aksi iklim yang mereka rencanakan sendiri di komunitas masing-masing sehingga suara mereka semakin didengar, harapannya seperti itu,” kata Rizal.

Adapun ide pembentukan forum itu lahir dari focus group discussion yang digelar AYANA bersama enam komunitas agama pada Maret-April 2026. Rangkaian diskusi melibatkan lebih dari 200 peserta serta perwakilan MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, PGI, KWI, PHDI, WALUBI, dan MATAKIN.

Diskusi tersebut menemukan berbagai praktik baik, mulai dari rumah ibadah hijau, pengelolaan sampah, restorasi ekosistem, pendidikan ekoteologi, hingga filantropi hijau. Namun, berbagai inisiatif itu masih tersebar dan belum terhubung secara sistematis.

Temuan tersebut sejalan dengan pandangan Ketua Lembaga Dakwah PBNU Dr. KH Abdullah Syamsul Arifin. Ia menilai kolaborasi lintas iman memiliki landasan keagamaan yang kuat.

"Kami memandang kerja bersama lintas iman dari seluruh komunitas umat manusia dalam menjaga bumi yang dianugerahkan Allah untuk kepentingan manusia merupakan panggilan iman yang dapat kita kontekstualisasikan dalam kehidupan kemanusiaan," ujar Abdullah.

Selanjutnya Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Jacklevyn "Jacky" Frits Manuputty juga
menilai gerakan agama memiliki peran penting dalam isu lingkungan.

"Perjumpaan ini sangat menjanjikan bagi gerakan bersama. Persoalan lingkungan bukan semata-mata soal teknis penyelamatan lingkungan, melainkan juga soal mental dan moral," kata Jacky.

Dukungan juga datang dari Kementerian Agama. Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI Muhammad Ali Ramdhani menyebut kolaborasi lintas iman sebagai ikhtiar kolektif untuk merawat bumi sebagai rumah bersama.

"Kolaborasi lintas iman dalam aksi iklim merupakan ikhtiar kolektif untuk merawat bumi sebagai rumah bersama. Semoga Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman menjadi ruang perjumpaan yang mengokohkan harmoni dan menguatkan kerukunan bagi seluruh umat beragama untuk menopang
Indonesia maju," ujar Ramdhani.

Setelah penandatanganan, para peserta mengikuti lokakarya untuk membahas tata kelola, rencana aksi tiga tahun, serta strategi pendanaan dan kemitraan. Hasilnya akan menjadi dasar penyusunan program prioritas dan pembagian peran antar anggota.

AYANA bersama Sekretariat Bersama selanjutnya akan menyampaikan rencana kerja kepada Kementerian Agama dan menyelaraskannya dengan agenda Kementerian Lingkungan Hidup. Langkah itu diharapkan memperkuat dukungan kelembagaan dan memperluas dampak program bagi masyarakat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya