Berita

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di sebuah kafe di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023). (Foto: RMOL)

Politik

Kaesang Maju di Dapil V Jateng Lawan Puan Belum Menjamin PSI Lolos ke Parlemen

SENIN, 27 JULI 2026 | 14:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2029 di Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah dinilai belum tentu mampu mengantarkan partainya lolos ke DPR RI.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai strategi PSI menempatkan Kaesang di dapil yang sama dengan Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP PDIP, Puan Maharani, merupakan langkah yang berat, terlebih jika ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) tetap dipertahankan sebesar 4 persen.

"Artinya kans menang Kaesang dan melejit amatlah minim. Apalagi jika masih diterapkan parliamentary threshold (PT) 4 persen, ketika yang memperoleh suara terbanyak hanya Kaesang maka PSI tetap tidak akan mendapatkan kursi di DPR," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin 27 Juli 2026.


Menurut Efriza, pengalaman PSI pada Pemilu 2024 menjadi gambaran bahwa perolehan suara besar dari seorang calon legislatif belum tentu mampu mengantarkan partai lolos ke Senayan apabila tidak melewati ambang batas parlemen.

"Pengalaman Pileg 2024 kemarin salah satu caleg DPR RI dari PSI Dapil Jawa Tengah V mempunyai suara besar, urutan kedelapan atas nama Cynthia Riza (PSI) dengan 60.003 suara, tetapi karena PSI tidak lolos PT maka ia tidak masuk parlemen Senayan," jelasnya.

Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu juga menilai, wacana pencalonan Kaesang di dapil yang kerap dijuluki "Dapil Neraka" kemungkinan merupakan bagian dari strategi politik untuk mengukur kekuatan para pesaing di wilayah tersebut.

"Di sisi lain, bagi Jokowi, ini juga menjadi cara untuk mengukur apakah pengaruh dan merek politik keluarga Jokowi masih memiliki daya tarik elektoral yang mampu menembus kandang lawan seperti PDIP sekaligus memperkuat posisi PSI sebagai kendaraan politik jangka panjang dengan lolos PT," tuturnya.

Namun, Efriza mengingatkan bahwa strategi tersebut juga mengandung risiko politik yang tidak kecil.

"Sayangnya, strategi ini juga mengandung risiko besar, karena apabila Kaesang gagal menembus dapil tersebut, publik akan menafsirkan bahwa pengaruh politik dinasti Jokowi mulai mengalami penurunan dan tidak lagi otomatis mampu mengonversi popularitas menjadi kemenangan elektoral," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya