Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi dalam konferensi pers pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

Bisnis

Gubernur BI Mundur, Pengamat Nilai Dampak ke Rupiah Terbatas

SENIN, 27 JULI 2026 | 13:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo diperkirakan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan nilai tukar Rupiah dalam jangka pendek.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, pergerakan Rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global dan fundamental ekonomi dibandingkan pergantian pucuk pimpinan Bank Indonesia.

"Jika berbicara dalam jangka pendek, saya melihat dampak pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia terhadap nilai tukar Rupiah akan relatif terbatas. Kalaupun terjadi pergerakan nilai tukar, baik berupa apresiasi maupun depresiasi, faktor yang lebih dominan tetap berasal dari sentimen global, seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, kondisi geopolitik, hingga pergerakan arus modal," kata Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Senin 27 Juli 2026.


Di sisi domestik, kata Yusuf, perhatian pasar juga lebih banyak tertuju pada fundamental ekonomi dan arah kebijakan pemerintah, dibandingkan pergantian pimpinan BI.

"Bagi investor asing, yang menjadi perhatian utama bukan semata siapa yang memimpin Bank Indonesia, melainkan bagaimana bank sentral menjalankan mandatnya. Kredibilitas BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas sistem keuangan akan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan persepsi investor terhadap Indonesia," jelasnya.

Selain itu, koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah juga akan menjadi perhatian pasar. Menurut Yusuf, sinergi kebijakan moneter dan fiskal diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"Selama koordinasi tersebut tetap terjaga dan arah kebijakan BI konsisten, saya melihat pergantian gubernur tidak akan mengubah kepercayaan investor secara signifikan," ujarnya.

Yusuf menilai, pergantian kepemimpinan tersebut justru menjadi ujian bagi institusi bank sentral. Menurutnya, pasar akan menilai proses transisi kepemimpinan dapat berlangsung mulus tanpa mengganggu independensi, kredibilitas, maupun konsistensi kebijakan moneter.

"Apabila hal tersebut dapat dipertahankan, dampak pengunduran diri gubernur terhadap pasar keuangan maupun nilai tukar rupiah diperkirakan hanya bersifat sementara," katanya.

Di sisi lain, penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara (Pjs) Gubernur BI dinilai dapat memberikan kepastian bagi pasar. Yusuf menilai Destry bukan figur baru di lingkungan Bank Indonesia.  Ia disebut memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter serta memahami dinamika pasar keuangan.

"Sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memahami dinamika pasar keuangan. Sebelumnya, ia juga memiliki rekam jejak yang kuat sebagai ekonom," pungkasnya.


Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya