Berita

Dea Arranoya. (Foto: Istimewa)

Publika

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

SENIN, 27 JULI 2026 | 01:03 WIB

ANAK bisa membuat orang tua bangga setinggi langit. Tapi anak juga bisa membuat orang tua mendadak menulis surat pengunduran diri. Bedanya tipis. Yang satu membawa piala, yang satu membawa ponsel.

Kalau ada lomba dunia cabang olahraga "menghancurkan reputasi keluarga lewat media sosial", Dea Arranoya layak masuk final. Putri dr H Nevirizal M.Kes MH, Asisten I Setdakab Gayo Lues sekaligus mantan Plt Sekda itu, sukses membuat 15 jeriken bensin lebih terkenal dari isi APBD.

Semua bermula dari unggahan sederhana. Foto 15 jeriken biru di samping mobil hitam dengan caption legendaris, "Papaku beli minyak 15 jirigen. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya."


Seketika jagat maya meledak. Di saat masyarakat masih bergulat dengan berbagai persoalan, muncul unggahan yang seolah berkata, "Tenang, kami sedang bingung memilih mobil mana yang akan diberi minum."

Kalau empati bisa diukur, mungkin alat ukurnya langsung korsleting.

Jeriken ternyata cuma pembuka. Dea, yang tercatat sebagai mahasiswa profesi dokter hewan di Unsyiah sekaligus mahasiswa magister di Universitas Sari Mutiara Indonesia, juga memamerkan perjalanan ke Korea Selatan, Bangkok, hingga Eropa. 

Belum cukup, percakapan WA keluarga tentang uang kuliah kedokteran puluhan juta rupiah, rencana membeli mobil, sampai Vespa ikut muncul ke publik.

Netizen pun berubah profesi. Ada jadi auditor, penyidik digital, psikolog, sampai ahli menghitung isi dompet orang dari unggahan Instagram.

Saat badai kritik datang, Dea akhirnya meminta maaf melalui surat terbuka pada 22 Juli 2026. Ia mengakui unggahannya merupakan bentuk kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksana.

Sehari berselang, 23 Juli 2026, sang ayah memilih mengundurkan diri.

Luar biasa. Biasanya jabatan tumbang karena OTT atau skandal korupsi. Kali ini cukup oleh caption media sosial.

Nevirizal kemudian menjelaskan, 15 jeriken itu dibeli pada Desember 2025 saat terjadi kelangkaan BBM untuk penanganan bencana. Artinya, foto tersebut disimpan hampir delapan bulan sebelum diunggah pada waktu yang paling sial.

Soal perjalanan ke luar negeri pun dijelaskan sebagai bagian dari pengobatan anggota keluarga. Tidak ada yang salah berobat. Masalahnya, ketika dipamerkan, publik melihatnya sebagai kemewahan, bukan sebagai ikhtiar kesehatan.

Orang Aceh sejak dulu sudah punya petuah. "Meupat ta tilek aneuk ureung got, narit yang karot han ji keulua." Anak dari keluarga baik menjaga lisan dan perilakunya. Ada pula nasihat, "Jak menurot tapak, duek menurot punggong," hiduplah tahu batas dan jangan berlebihan.

Media sosial rupanya sering membuat orang lupa, pamer itu seperti cabai. Sedikit menambah rasa, kebanyakan bikin semua orang kepedasan.

Drama belum selesai. Bupati Gayo Lues, Suhaidi menegaskan, meski Nevirizal telah mundur, investigasi dugaan pelanggaran etik tetap berjalan.

Inilah pelajaran mahal dari 15 jeriken. Yang bocor bukan tangki bensin, melainkan nama baik keluarga. Yang terbakar bukan kendaraan, melainkan karier seorang ayah.

Ironisnya, semua ini bukan bermula dari kasus korupsi atau uang negara yang hilang. Semuanya berawal dari keinginan terlihat keren di media sosial. Satu unggahan, satu caption, satu jempol, tetapi dampaknya mampu meruntuhkan sesuatu yang dibangun bertahun-tahun.

Begitulah zaman sekarang. Membangun kepercayaan butuh puluhan tahun. Menghancurkannya? Kadang cukup lima belas jeriken dan koneksi internet yang lancar.

"Horang kaya mah, bebas. Tapi, ini kebablasan, Bang."


Rosadi Jamani
Mantan Wartawan

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya