Berita

Kader muda PAN Rizki Aljupri. (Foto: Istimewa)

Politik

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

MINGGU, 26 JULI 2026 | 23:29 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Perancangan program pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang memadukan pertumbuhan ekonomi tinggi dengan prinsip keberlanjutan, perlu memperoleh dukungan luas.

Demikian disampaikan kader muda PAN Rizki Aljupri dalam pidato kunci di acara Forum Pemuda Beraksi (FORPRAS) DKI Jakarta di Auditorium MNC University, Jakarta Barat, Sabtu malam 25 Juli 2026.

"Jika kita perhatikan dengan seksama, berbagai program pemerintah saat ini memiliki orientasi jangka panjang dengan mempertimbangkan faktor kelestarian lingkungan hidup sebagai aspek vital," kata Rizki, dikutip Minggu 26 Juli 2026.


Rizki yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Pimpinan MPR memberikan contoh penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai payung hukum untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).  

"Masalah sampah ini sudah sangat darurat, dan hal ini direspon cepat oleh Presiden Prabowo dengan menerbitkan Perpres untuk landasan hukum pembangunan fasilitas waste-to-energy (WtE) di 33 kota seluruh Indonesia," kata Rizki.

Selain kebijakan penanganan sampah, lanjut Rizki, pemerintah juga sedang mematangkan rencana pembangunan PLTS 100 GW di berbagai lokasi sebagai bagian dari transformasi sektor ketenagalistrikan.

"Keseriusan presiden dalam meningkatkan bauran energi terbarukan patut diberikan apresiasi, khususnya oleh kita generasi muda. Karena ketersediaan energi bersih adalah kunci masa depan yang berkelanjutan," kata Rizki.

Kegiatan Forum Pemuda Beraksi ini juga turut dihadiri oleh Ketua Umum FORPRAS DKI Jakarta Muhammad Fajar Ardiansyah dan Direktur PMB, Branding, dan Pemasaran MNC University Muhammad Rezki Oktavianoor. Hadir pula sebagai perserta 300 siswa SMA dan mahasiswa se-DKI Jakarta.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya