Berita

Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar (RMOL/ Faisal Aristama)

Nusantara

Menag Luncurkan Tiga Buku di UIN Jakarta, Rektor: Kampus Harus Jadi Pusat Pembaruan Pemikiran Islam

KAMIS, 16 JULI 2026 | 10:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi tuan rumah peluncuran tiga buku terbaru karya Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Kamis 16 Juli 2026. 

Ketiga buku tersebut berjudul Pikiran yang Memurnikan, Simpul Pemikiran, serta Artikel dan Opini Pilihan.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar mengatakan, pihaknya menyambut baik peluncuran tiga buku karya Nasaruddin Umar yang juga merupakan alumni UIN Jakarta.


"Atas nama sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami menyambut dan mengadakan acara peluncuran tiga buku Bapak Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta," ujar Asep.

Menurut Asep, UIN Jakarta memiliki sejarah panjang sebagai pusat pembaruan pemikiran Islam di Indonesia. Kampus tersebut telah melahirkan sejumlah tokoh besar, seperti Harun Nasution dan Nurcholish Madjid (Cak Nur), yang pemikirannya hingga kini masih menjadi rujukan dalam pengembangan studi Islam.

Karena itu, ia menilai tradisi intelektual tersebut harus terus dilanjutkan, tidak hanya di UIN Jakarta, tetapi juga di seluruh UIN di Indonesia melalui penguatan integrasi antara ilmu keislaman, sains, dan teknologi.

"Tentu pemikiran-pemikiran harus dan terus kita tingkatkan di UIN, bukan saja UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tetapi di UIN-UIN seluruh Indonesia sebagai corak integrasi keilmuan, sains, dan teknologi," katanya.

Asep menilai ketiga buku karya Nasaruddin Umar memuat gagasan yang relevan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkaya khazanah pemikiran Islam kontemporer. Menurutnya, peluncuran buku tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus mampu menghidupkan kembali tradisi keilmuan dan budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi.

"Pembahasan buku ini bukan semata-mata seremonial, tetapi ingin menggugah kembali tradisi keilmuan dan budaya akademik di lingkungan kampus," ujarnya.

Ia juga menilai berbagai isu kontemporer, seperti hermeneutika gender, ekosufisme, hermeneutika sosial, psikososialisme, hingga ekoteologi, perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan kajian akademik di perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Asep berharap buku-buku tersebut dapat menjadi referensi sekaligus sumber inspirasi bagi mahasiswa dalam menyusun skripsi, tesis, maupun disertasi, serta mendorong para akademisi untuk terus melahirkan gagasan-gagasan baru yang kreatif dan relevan.

"Kehadiran buku ini bukan saja semata-mata sebagai kunci, tetapi juga bagaimana kita terus peka dalam merespons perubahan-perubahan zaman," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengatakan produktivitasnya dalam menulis masih terus berlanjut. Ia menyebut tiga buku yang diluncurkan di UIN Jakarta merupakan bagian dari puluhan karya yang telah diterbitkannya.

"Tiga hari yang lalu kami juga meluncurkan tujuh buku. Tujuh buku itu tidak termasuk tiga buku yang diluncurkan hari ini," kata Nasaruddin.

Ia mengungkapkan saat ini tengah menyelesaikan karya besar berupa Tafsir Filosofi Al-Quran. Menurutnya, naskah tersebut baru mencapai sekitar separuh pembahasan dan belum dipublikasikan karena memuat sejumlah gagasan yang dinilainya cukup kontroversial.

"Saya mencoba untuk membuat aktualisasi pemahaman dan pemikiran saya tentang Al-Qur'an. Barangkali tiga tahun lagi bisa selesai," ujar Nasaruddin.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya