Berita

Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid atau Cak Udin. (Foto: Dok PKB)

Politik

Kecerdasan Buatan Tak Bisa Gantikan Peran Ulama

RABU, 15 JULI 2026 | 20:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar diskusi publik bertajuk "Ruang Temu AI dan Agama: Menyongsong Masa Depan Kehidupan Beragama di Era Artificial Intelligence (AI)"sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB. 

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid atau Cak Udin, mewakili Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Diskusi publik ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang untuk membahas hubungan AI dan agama secara komprehensif.


Mereka adalah Anggota Komisi I DPR RI H. Oleh Soleh, Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Dr. Edwin Hidayat A., Pengasuh Pondok Pesantren Minggir Yogyakarta Gus Muwafiq, serta Ketua Umum Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) Prof. Hammam Riza.

Dalam sambutannya, Cak Udin menegaskan perkembangan kecerdasan buatan telah menghadirkan tantangan baru bagi kehidupan beragama. 

Menurutnya, AI merupakan ciptaan manusia, sementara agama merupakan ajaran yang bersumber dari Tuhan. Mempertemukan keduanya membutuhkan pandangan yang jernih dan mendalam.

"Kalau Gus Dur adalah guru bangsa, maka Gus Muwafiq adalah guru rakyat. Beliau ahli menjelaskan persoalan-persoalan yang rumit. Karena itu kami mengundang Gus Muwafiq untuk membahas tema ini. AI itu rumit, agama adalah ciptaan Allah, sedangkan AI adalah ciptaan manusia. Pertemuan keduanya membutuhkan penjelasan yang utuh," ujar Cak Udin.

Ia mengakui, perkembangan AI memunculkan beragam respons di kalangan masyarakat maupun tokoh agama. 

Sebagian melihat AI mulai mengambil alih fungsi tertentu yang selama ini dijalankan para pemuka agama, sementara sebagian lainnya justru menolak pemanfaatannya karena meyakini AI tidak memiliki dimensi spiritual dan tidak dapat menggantikan hubungan guru dan murid dalam tradisi keilmuan Islam.

Menurut Cak Udin, fenomena tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama dalam merumuskan posisi agama terhadap AI maupun bagaimana AI dimanfaatkan secara bertanggung jawab dalam kehidupan beragama.

Ia juga mengungkapkan bahwa AI kini telah memasuki lingkungan pesantren. Bahkan, ia mencontohkan adanya santri yang menyanggah penjelasan seorang kiai dengan merujuk pada referensi kitab yang diperoleh melalui AI dan disajikan secara lebih sistematis.

Fenomena tersebut, kata Cak Udin, memunculkan sedikitnya tiga tantangan besar. Pertama, tantangan terhadap otoritas keagamaan. 

Perkembangan AI memunculkan pertanyaan mengenai apakah otoritas pengetahuan agama akan tetap berada di bawah bimbingan ulama dan kiai atau justru bergeser kepada mesin yang mampu menyajikan informasi secara instan.

Kedua, tantangan etika dan hakikat kemanusiaan. Meski AI merupakan hasil ciptaan manusia, perkembangan teknologi ini dinilai berpotensi memengaruhi cara manusia memandang etika, spiritualitas, dan relasi kemanusiaan.

Ketiga, AI harus ditempatkan sebagai alat bantu untuk memperkuat pelayanan dan kehidupan beragama, bukan sebagai pengganti agama maupun pemuka agama. 

AI dapat membantu menyediakan referensi, data, dan literatur secara cepat, tetapi tidak dapat menggantikan peran sanad keilmuan, keteladanan, pembinaan spiritual, maupun bimbingan para guru, ulama, dan tokoh agama.

"AI bisa menghadirkan referensi dan data yang lengkap. Tetapi AI tetap hanya alat bantu. AI tidak akan bisa menggantikan peran guru rakyat, guru bangsa, maupun para guru yang membimbing umat dengan keteladanan dan sanad keilmuan," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya