Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati (kanan) dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Parlemen TV)
Kunjungan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati bersama delegasi Komisi XI DPR RI ke Amerika Serikat (AS) mendapat apresiasi dari Menteri Keuangan hingga pakar kebijakan publik.
Apresiasi disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Ia mengungkapkan kunjungan ke Amerika Serikat pada April lalu bersama Sari Yuliati, Misbakhun, dan Hekal menjadi momentum penting untuk menjelaskan sinergi pemerintah dan DPR kepada investor serta Standard & Poor's (S&P).
"Kami dengan anggota DPR, Ibu Sari, datang ke sana, ketemu investor dan SNP, dan menggambarkan bahwa di Indonesia nggak sama dengan negara lain. Kita, parlemen, DPR, dengan pemerintah adalah satu kesatuan yang baik," kata Purbaya dalam rapat pemaparan Rapat Paripurna DPR, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB/A-2 dengan outlook stabil.
"Keberadaan DPR yang dipimpin Bu Sari di forum internasional mencerminkan sikap pemerintah Indonesia yang kolaboratif. Sinergitas ini memberi harapan baru bagi masa depan Indonesia sebagai negara berdaulat dengan ketahanan ekonomi, energi, dan pangan," ujarnya.
Purbaya menambahkan, hasil tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan fiskal Indonesia tetap dipercaya pasar di tengah berbagai sentimen negatif yang sempat berkembang sejak awal tahun.
"Kita harus lebih berani menyampaikan sentimen positif kepada masyarakat dan pasar. Indonesia tidak lagi cemas, melainkan menuju Indonesia Emas," pungkasnya.
Diplomasi parlemen tersebut dinilai berhasil memperkuat kepercayaan investor dan lembaga pemeringkat internasional terhadap perekonomian Indonesia.
"Saya kagum atas keuletan Ibu Sari Yuliati dan rombongan DPR yang mampu menjelaskan secara komprehensif bahwa sinergi antara pemerintah dan parlemen berjalan baik. Mereka berhasil meyakinkan pihak SNP bahwa kebijakan fiskal Indonesia konsisten, prudent, dan berpihak pada rakyat," ujar pakar kebijakan publik Trubus Rahardiansyah kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut dia, langkah delegasi DPR ke negeri Paman Sam ini berdampak positif terhadap persepsi global atas stabilitas ekonomi Indonesia.
“Ini memperkuat posisi fiskal di mata lembaga internasional, sekaligus mendorong sentimen positif bagi rupiah dan pasar modal,” tandasnya.