Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Pejabat The Fed Sambut Positif Inflasi AS, Tapi Tetap Waspada

RABU, 15 JULI 2026 | 14:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pejabat Federal Reserve (The Fed) menyambut positif perlambatan inflasi konsumen Amerika Serikat pada Juni, namun menegaskan masih memerlukan lebih banyak data sebelum memastikan tekanan harga benar-benar mereda.

Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang lebih baik dari perkiraan merupakan perkembangan positif, tetapi belum cukup menjadi dasar untuk mengubah arah kebijakan moneter.

"Saya tidak ingin memilih data tertentu lalu menyatakan tugas telah selesai. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan saya akan lebih yakin jika memiliki lebih banyak data sebagai dasar pengambilan keputusan," ujar Warsh dalam kesaksiannya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS, seperti disiarkan FXStreet, dikutip Rabu 15 Juli 2026. 


Warsh belum memberikan sinyal terkait langkah suku bunga selanjutnya. Menurutnya, para pembuat kebijakan masih akan mencermati data ekonomi menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Juli.

Pandangan serupa disampaikan Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee. Ia menilai perlambatan inflasi Juni sebagai kabar menggembirakan, tetapi menekankan diperlukan tren penurunan yang konsisten selama beberapa bulan sebelum inflasi dinilai benar-benar bergerak menuju target 2 persen.

Inflasi tahunan AS tercatat turun menjadi 3,5 persen pada Juni dari 4,2 pesen pada Mei. Pasar kini menantikan data Indeks Harga Produsen (PPI) sebagai petunjuk lanjutan terhadap arah inflasi dan prospek kebijakan The Fed.

Sebelumnya, Gubernur The Fed Christopher Waller juga menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, satu laporan inflasi yang lebih rendah belum cukup untuk mengubah sikap bank sentral. Namun, ia mengingatkan bahwa The Fed tetap siap menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi kembali meningkat.

Seiring melambatnya inflasi, pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga. Peluang kenaikan pada pertemuan Juli kini diperkirakan sekitar 15 persen, sedangkan probabilitas kenaikan pada September berada di kisaran 65 persen.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya