Berita

Wakil Sekretaris Jenderal Depinas SOKSI, Rouli Rajagukguk. (Foto: istimewa)

Politik

Kader PDIP Diingatkan Jaga Etika dalam Menyampaikan Kritik

RABU, 15 JULI 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuai tanggapan dari Wakil Sekretaris Jenderal Depinas SOKSI, Rouli Rajagukguk.

Rouli menilai kritik yang disampaikan elite partai politik sebaiknya tetap mengedepankan etika, argumentasi yang berbasis data, serta menghindari penggunaan diksi yang berpotensi merendahkan pihak lain.

Menurutnya, penggunaan istilah seperti "bolu ketan" dalam kritik politik tidak mencerminkan komunikasi politik yang sehat.


"Penggunaan diksi seperti 'bolu ketan' oleh seorang pejabat tinggi partai selevel Ketua DPP PDIP adalah tanda degradasi etika kepemimpinan yang sangat memalukan. Ini bukan kritik substantif, melainkan pembunuhan karakter dengan cara merundung (bullying) secara pengecut," ujar Rouli.

Rouli juga mengingatkan pentingnya pendidikan politik di internal partai agar para kader lebih mengedepankan argumentasi dibanding serangan personal.

"Saya mempertanyakan standar kepemimpinan dan komunikasi publik yang diajarkan oleh Megawati Soekarnoputri kepada kadernya. Kegagalan mendidik kader untuk berpolitik dengan basis data dan argumentasi, bukan makian dan asumsi, adalah bukti kemunduran PDIP," katanya.

Selain itu, Rouli menilai PDIP sebaiknya lebih dahulu melakukan pembenahan internal sebelum melontarkan tudingan kepada pihak lain. Ia kemudian menyinggung sejumlah kasus hukum yang pernah menyeret kader PDIP, termasuk perkara Harun Masiku yang hingga kini masih menjadi buronan.

"Perlu saya ingatkan kembali, Megawati bukanlah pemimpin yang bersih-bersih amat, kasus Harun Masiku, kader PDIP yang buron dalam kasus suap komisaris KPU yang tak pernah bisa ditangkap. Di mana komitmen Megawati dalam memberantas korupsi saat kadernya sendiri menjadi simbol korupsi yang memalukan?" ujarnya.

Rouli berpandangan, kritik politik akan lebih dipercaya publik apabila dibarengi dengan konsistensi dalam melakukan pembenahan di internal partai.

"Publik sudah sangat cerdas dan tidak akan mudah terprovokasi oleh narasi serangan politik murahan dan pengecut dari PDIP," pungkasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya