Berita

Satreskrim Polres Blora membongkar praktik ilegal pengoplosan gas elpiji (LPG) bersubsidi di Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

Presisi

Polisi Gerebek Tempat Pengoplosan LPG di Kunduran, Pemilik Usaha Kabur

LAPORAN: ADIRIN*
RABU, 15 JULI 2026 | 13:01 WIB

 Satreskrim Polres Blora membongkar praktik ilegal pengoplosan gas elpiji (LPG) bersubsidi di Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan hampir seribu tabung LPG, sejumlah kendaraan operasional, serta enam orang yang berada di lokasi.

Namun, sosok yang diduga sebagai pemilik sekaligus pengelola usaha tersebut berhasil melarikan diri sebelum petugas melakukan penindakan.


Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Ia mengatakan penyidik masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi sehingga belum dapat menyampaikan detail perkara.

"Ya Mas, kami mengamankan tabung elpiji di Kunduran," katanya saat dikonfirmasi, Rabu 15 Juli 2026.

Ia menambahkan proses penyelidikan masih berlangsung.

"Ini masih proses pemeriksaan saksi-saksi," ujarnya.

Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan adanya jaringan distribusi, jumlah pelaku yang akan ditetapkan sebagai tersangka hingga dugaan tujuan pemasaran gas hasil oplosan, AKP Zaenul Arifin belum bersedia memberikan penjelasan.

"Masih proses pemeriksaan," tegasnya.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Blora, Ipda Iwan Nugroho, mengungkapkan enam orang yang diamankan masih berstatus sebagai saksi.

"Enam orang sementara masih sebatas saksi, karena mereka cuma pekerja-pekerja," katanya.

Menurut Iwan, orang yang diduga menjalankan usaha pengoplosan justru berhasil kabur ketika aparat datang.

"Sing ngoplos mlayu kabeh maeng," ungkapnya.

Polisi kini masih memburu pihak yang diduga menjadi aktor utama di balik praktik ilegal tersebut.

Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita total 969 tabung LPG, terdiri atas 824 tabung LPG subsidi ukuran 3 kilogram dan 145 tabung LPG non-subsidi berwarna ungu.

"Totale 824 tabung melon, yang ungune 145 tabung," jelas Iwan.

Selain tabung gas, polisi juga mengamankan dua unit truk dan sekitar lima hingga enam sepeda motor yang diduga digunakan sebagai sarana operasional.

Iwan mengatakan seluruh tabung yang ditemukan di lokasi berasal dari luar Kabupaten Blora.

"Semua berasal dari luar kota kabeh, gak ono yang dari Blora," pungkasnya.

*Kontributor Blora

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya